Tren Karhutla Kaltim Turun di Pekan Ketiga Oktober 2026

Tim gabungan melakukan pengembangan kebakaran hutan dan lahan di Kampung Sumber Rejo, Kabupaten Kutai Barat, Kaltim. ANTARA/HO-Dishut Kaltim

Tren Karhutla Kaltim Turun di Pekan Ketiga Oktober 2026

Lukman Diah Sari • 21 October 2026 18:44

Samarinda: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat adanya tren penurunan harian angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada pekan ketiga Oktober 2026.

“Pemantauan harian tiga hari terakhir menunjukkan penurunan aktivitas kebakaran dari 22 kejadian menjadi tujuh kejadian,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, di Samarinda, Rabu, 21 Oktober 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data rekapitulasi harian BPBD, kejadian karhutla menyusut dari 22 kejadian pada 18 Oktober, turun menjadi 19 kejadian pada 19 Oktober, dan kembali anjlok pada 20 Oktober 2026.

“Tujuh kejadian karhutla pada 20 Oktober tersebut seluruhnya hanya terpantau di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara,” ujar Buyung.

Ia merinci, empat titik api berada di Kutai Kartanegara, sedangkan tiga titik lainnya tersebar di wilayah Penajam Paser Utara. Seluruh area terdampak pada periode ini dipastikan berada di kategori lahan warga dan tidak meluas hingga ke kawasan hutan lindung maupun hutan produksi.

“Sepanjang Oktober berjalan ini terdapat penambahan 446 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 1.436 hektare,” tutur Buyung.


Water bombing untuk penanganan karhutla. Foto: ANTARA/Nova Wahyudi. 

Secara akumulatif sejak Januari hingga 20 Oktober 2026, total kejadian karhutla di Kaltim telah mencapai 2.297 kejadian dengan area terdampak seluas 9.135 hektare. Sementara itu, dua wilayah dengan catatan kasus paling menonjol yakni Kabupaten Paser dengan frekuensi kejadian tertinggi di Kaltim, yakni 601 kejadian dengan luasan area 1.722 hektare. Kemudian Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan luasan lahan terbakar paling parah.

"“Kabupaten Kutai Kartanegara mengalami dampak kerusakan terluas di Kaltim yang mencapai 2.866 hektare dari total 411 kejadian,” ucap Buyung.

Guna menjaga tren penurunan dan mengendalikan sisa titik api, BPBD Kaltim terus menyiagakan posko terpadu di 10 kabupaten/kota dengan kekuatan penuh 11.000 personel gabungan.

“Kerja keras seluruh personel gabungan dan relawan di lapangan terus dimaksimalkan demi menjaga ruang udara Kaltim tetap aman,” kata Buyung.

(Lukman Diah Sari)