Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra W ikut berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Desa Kandan Kecamatan Kota Besi, Selasa malam, 13 Oktober 2026. ANTARA/HO-Polres Kotim
Petugas Gabungan Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Kotim
Silvana Febiari • 14 October 2026 12:17
Kotawaringin Timur: Petugas gabungan berjibaku berupaya memadamkan kebakaran lahan cukup besar yang terjadi di Desa Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut menjadi perhatian Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).
"Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama guna mempercepat penanganan titik api serta meminimalisasi dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar," kata Kapolres Kabupaten Kotawaringi Timur AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, dilansir dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kadek juga ikut berjibaku bersama personel memadamkan api. Di tengah belukar dan suasana gelap, ia berada di depan mengarahkan nozzle pemadam kebakaran untuk memadamkan api di lahan gambut.
Menurut Kadek, kehadiran FKPD di lokasi kebakaran menunjukkan kekompakan dan keseriusan bersama dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di daerah setempat.
Pemerintah daerah, TNI, Polri dan relawan bersama-sama bahu-membahu melakukan pemadaman di lokasi kebakaran. Ini menjadi ikhtiar dalam penanganan dan pencegahan meluasnya kebakaran lahan.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur," ujarnya.

Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (ANTARA/HO : Walhi Kalbar)
Sementara itu, Kepala Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi Agus Prawito mengatakan kebakaran di lokasi tersebut terjadi sejak Sabtu malam, 10 Oktober 2026.
Saat ini, kebakaran di kebun warga sedang tahap pendinginan oleh petugas. Namun, kebakaran masih terjadi di lahan eks perusahaan yang beberapa waktu lalu disita oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan.
"Lahan warga yang terbakar sekitar 15 hektare. Kalau di wilayah eks perusahaan tidak bisa diperkirakan luasnya. Itu lahan sitaan," ungkap Agus.