PM Inggris Keir Starmer dan Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
PM Inggris Keir Starmer Dukung Upaya AS Akhiri Konflik dengan Iran
Willy Haryono • 14 June 2026 14:06
London: Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan dukungannya terhadap upaya Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik dengan Iran dalam percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu kemarin.
Menurut pernyataan pemerintah Inggris, Starmer menyambut kemajuan yang dicapai dalam perundingan dan menekankan pentingnya kesepakatan yang mampu menghasilkan perdamaian yang berkelanjutan.
Starmer juga menyatakan Inggris siap membantu pelaksanaan kesepakatan damai apabila nantinya berhasil dicapai.
"Perdamaian yang tercapai harus bersifat tahan lama dan berkelanjutan," ujar keterangan resmi pemerintah Inggris yang dikutip Anadolu, Minggu, 14 Juni 2026.
Inggris Siap Dukung Implementasi Kesepakatan
Dalam pembicaraan tersebut, Starmer menegaskan komitmen Inggris untuk bekerja sama dengan mitra internasional guna mendukung keberhasilan implementasi kesepakatan damai di masa mendatang.Pemerintah Inggris menilai stabilitas kawasan menjadi faktor penting bagi keamanan internasional dan pemulihan ekonomi global.
Kedua pemimpin juga membahas pentingnya pemulihan kebebasan navigasi di jalur pelayaran internasional, termasuk Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute perdagangan energi paling vital di dunia.
Menurut pernyataan tersebut, Starmer dan Trump sepakat bahwa kelancaran pelayaran perlu dipulihkan untuk mengurangi dampak ekonomi yang dirasakan banyak negara akibat ketegangan di kawasan.
Mereka juga berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi intensif menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang akan digelar di Prancis pekan depan.
Percakapan itu berlangsung ketika Amerika Serikat dan Iran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan yang bertujuan mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Sejumlah pejabat dari kedua negara sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa perundingan dapat menghasilkan kesepakatan dalam waktu dekat, meski masih terdapat sejumlah perbedaan mengenai detail implementasinya.
Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Ditandatangani di Hari Minggu