Ilustrasi. Medcom.id
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Berawan hingga Hujan Ringan
Gabriella Thesa Widiari • 13 June 2026 06:35
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca pada Sabtu, 13 Juni 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia umumnya berawan dan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Untuk wilayah Indonesia Barat, cuaca sejumlah daerah bakal berawan. Di antaranya Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, dan Jakarta.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Medan, Padang, Tanjung Pinang, Pakal Pinang, dan Pontianak. Cuaca serupa juga terjadi di Tanjung Selor, Samarinda, dan Palangka Raya.
“Sementara Bengkulu, Bandar Lampung, dan Banjarmasin, diprakirakan hujan lebat disertai kilat,” ujar Prakirawan BMKG Ina Indah, dilansir dari Antara, Sabtu, 13 Juni 2026.
Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga terjadi di wilayah Indonesia timur. Di antaranya Denpasar, Mataram, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, dan Ternate.
Sementara di Kupang, cuaca diprakirakan cerah berawan. Sedangkan Manado bakal mengalami hujan lebat disertai petir.
Adapun Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayawijaya, diprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sementara Jayapura dan Merauke diprakirakan berawan.
BMKG mengatakan, prediksi musim di Indonesia memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Hal ini dipengaruhi interaksi tiga faktor laut berskala besar serta karakteristik geografis lokal yang unik.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjabarkan tiga faktor laut besar tersebut meliputi kondisi suhu muka laut perairan Nusantara, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) di Samudera Hindia. Serta El Nino dan La Nina di Samudera Pasifik.

Ilustrasi cuaca. Foto: dok. Medcom.
"Suhu muka laut perairan Indonesia mempengaruhi karakter musim satu dua bulan ke depan. Lalu Samudera Hindia dengan IOD memiliki pengaruh terhadap curah hujan khususnya bagian barat, serta Samudera Pasifik dengan El Nino dan La Nina yang mempengaruhi curah hujan dalam skala inter-tahunan," kata Ardhasena.
Dia menjelaskan faktor tersebut menjadi jauh lebih rumit ketika berinteraksi dengan kondisi geografis Indonesia. Sebab berbentuk kepulauan serta memiliki banyak bentangan pegunungan di bagian tengah pulau.
Kondisi topografi tersebut menciptakan banyak anomali iklim lokal yang sangat spesifik. Seperti wilayah pesisir barat Sumatra yang curah hujannya terpengaruh oleh Bukit Barisan sehingga memiliki karakteristik yang bertolak belakang dengan wilayah di sisi timurnya, seperti Riau dan Jambi.