Cara dan Hari Terbaik Memotong Kuku Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Ilustrasi pexels

Cara dan Hari Terbaik Memotong Kuku Sesuai Sunah Rasulullah SAW

Putri Purnama Sari • 9 June 2026 21:20

Jakarta: Menjaga kebersihan merupakan bagian penting dalam ajaran Islam. Salah satu bentuk menjaga kebersihan tubuh yang sangat dianjurkan dan bernilai ibadah adalah memotong kuku secara rutin sesuai sunah Rasulullah SAW.

Dalam ajaran Islam, memotong kuku bukan sekadar rutinitas untuk mencegah penumpukan kuman dan kotoran melainkan juga bagian dari dari fitrah manusia. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda: “Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan menipiskan kumis.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lantas, bagaimana cara memotong kuku yang benar sesuai sunah Rasul dan hari apa saja yang dianjurkan? Mengutip laman Rumah Zakat, berikut penjelasannya!

Urutan Memotong Kuku Sesuai Sunah

Dalam Islam, tidak ada hadis yang menjelaskan secara rinci tentang urutan memotong kuku, namun Aisyah radhiallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan: “Jika salah seorang di antara kalian berwudhu, hendaknya dimulai dari sisi kanannya, membersihkan lubang hidung, dan menggunakan air yang cukup,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menegaskan, bahwa Rasulullah SAW menganjurkan untuk memulai berbagai aktivitas dari sisi kanan terlebih dahulu, termasuk urutan dalam memotong kuku. Secara spesifik, Imam An-Nawawi menganjurkan untuk memotong kuku dimulai dari tangan kanan, kemudian tangan kiri, lalu kaki kanan dan terakhir kaki kiri. Berikut adalah urutan detail yang disarankan para ulama.
 

Hari yang Dianjurkan untuk Memotong Kuku

Dalam ajaran Islam, terdapat hari yang disunnahkan untuk memotong kuku salah satunya adalah hari Jumat. Hari Jumat dipilih karena merupakan hari yang Istimewa dan penuh berkah, ini menjadi hari dimana umat Muslim dianjurkan untuk melakukan banyak ibadah dan amal saleh.

  • Tangan kanan: Dimulai dari telunjuk, jari tengah, jari manis, jari kelingking dan terakhir ibu jari.
  • Tangan kiri: Dimulai dari jari kelingking, jari manis, jari tengah jari telunjuk dan terakhir ibu jari.

Sedangkan untuk kaki, disunahkan tertib (berurutan) dimulai dari jari kelingking kaki kanan, terus hingga ke jempol kaki kanan. Kemudian berpindah ke jempol kaki kiri hingga kelingking kaki kiri.

 

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mencukur bulu ketiak, memotong kuku, dan mencabut bulu kumis pada hari Jumat, maka dia telah melaksanakan sunnah yang dianjurkan, dan siapa yang mandi pada hari Jumat, maka itu seperti mandi besar.” (HR. Muslim).

Selain hari Jumat, hari Senin dan Kamis juga menjadi waktu yang dianjurkan. Mengutip laman PCNU Kota Depok, dalam Hasyiyah al Bajuri juz 1 halaman 424, para ulama merinci pengaruh hari memotong kuku.

Hari Senin, dipilih menjadi hari yang dianjurkan karena menjadi sebab seseorang alim dan fadhil. Sedangkan hari Kamis dipilih karena mendatangkan kekayaan dan kelapangan rezeki.

Adab Setelah Memotong Kuku

Setelah selesai memotong kuku, umat Islam dianjurkan untuk segera mencuci tangan dan kaki dengan air. Hal ini dilakukan untuk membersihkan sisa-sisa kotoran. Selain itu, bekas potongan kuku sebaiknya dikubur di dalam tanah sebagai bentuk penghormatan terhadap bagian tubuh manusia. 

Dalam kitab Fathul Bari, Al-Hafizh Ibnu Hajar menukil perkataan Imam Ahmad bin Hanbal yang menyarankan untuk mengubur rambut dan kuku. Walaupun hukumnya tidak wajib, namun ini adalah perbuatan yang mulia dan dianjurkan.

Demikian informasi seputar sunah memotong kuku hingga hari yang dianjurkan. Dengan mengikuti sunah Rasul diharapkan dapat semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

(Surya Mahmuda)

(Arga Sumantri)