Foto: Nurul Sakinah Ridwan/Pexels
Jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura Juni 2026: Niat, Arti, dan Keutamaannya
Riza Aslam Khaeron • 4 June 2026 22:49
Jakarta: Umat Muslim akan segera memasuki bulan Muharam yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Dalam Islam, bulan Muharam merupakan salah satu bulan mulia (Asyhurul Hurum) yang di dalamnya memiliki keutamaan besar dan sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan di bulan ini adalah melaksanakan puasa sunah Tasu'a.
Lantas, kapan pelaksanaan puasa sunah Tasu'a dan Asyura serta seperti apa bacaan niatnya? Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Semarang, berikut penjelasannya!
Jadwal Pelaksanaan Puasa Tasu'a dan Asyura
(2).jpg)
Ilustrasi: Pexels
Pelaksanaan puasa Tasu'a dan Asyura secara teknis sama dengan puasa sunah lainnya, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya Matahari. Berikut jadwal puasa sunah Tasu'a dan Asyura yang dapat dilaksanakan dalam waktu dekat:
- Puasa Tasu'a (9 Muharam): Rabu, 24 Juni 2026.
- Puasa Asyura (10 Muharam): Kamis, 25 Juni 2026.
Niat Puasa Tasu'a dan Asyura
Berikut lafal niat yang dapat dibaca saat melaksanakan puasa sunah Tasu'a dan Asyura:1. Niat Puasa Tasu'a

Bacaan latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatit Tasuu‘aa lillaahi ta‘aalaa.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah Swt.”
2. Niat Puasa Asyura

Bacaan latin: “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatil aasyuuraa lillaahi ta‘aalaa.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah Swt.”
Namun, jika niatnya dilakukan pada siang hari sebelum tergelincirnya Matahari, lafalnya adalah sebagai berikut:
.jpg)
Bacaan latin: “Nawaitu shauma haadzal yaumi ‘an adaa’i sunnatit Tasuu‘aa awil aasyuuraa lillaahi ta‘aalaa.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah Swt.”
| Baca Juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026, Keutamaan dan Tata Caranya |
Keutamaan Puasa Tasu'a dan Asyura
Ibadah puasa di bulan Muharam memiliki kedudukan yang sangat istimewa setelah puasa di bulan Ramadan. Rasulullah saw. bersabda:“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharam.” (H.R. Muslim).
Khusus untuk Puasa Asyura pada 10 Muharam, Allah Swt. menjanjikan pengampunan dosa bagi hamba-Nya yang tulus melaksanakan. Sesuai hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad saw. menyampaikan bahwa Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu.
.jpg)
Artinya: “Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” (H.R. Muslim no. 1162).
Imam an-Nawawi menjelaskan, maksud dosa yang diampuni pada hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil, atau paling tidak mendapat keringanan atas dosa besar, atau pengangkatan derajat seorang hamba. (an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, juz 8, hlm. 51).
Sementara itu, Puasa Tasu'a pada 9 Muharam disyariatkan sebagai pembeda agar ibadah umat Islam tidak menyerupai tradisi kaum Yahudi yang berpuasa hanya pada tanggal 10 Muharam saja.
Itu dia informasi seputar jadwal Puasa Tasu'a dan Asyura serta keutamaan di dalamnya. Dengan menjalankan puasa ini, diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt.
(Surya Mahmuda)