Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) melalui Satuan Brimob mengoptimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, menggunakan cairan khusus X-Fire Slog Polri.
Polda Sumsel Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Pakai Cairan X-Fire
Silvana Febiari • 11 September 2026 23:29
Muara Enim: Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Selatan (Sumsel) melalui Satuan Brimob mengoptimalkan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Dusun 3, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Petugas menggunakan cairan khusus X-Fire Slog Polri untuk membantu memadamkan api.
Dansat Brimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol mengatakan pemadaman pada hari keempat penugasan Satgas Operasi Aman Nusa II tersebut difokuskan untuk memadamkan bara api yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut.
"Hari keempat ini menjadi tahap yang sangat penting karena kami tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan hingga ke lapisan gambut," kata James, dilansir dari Antara, Jumat, 11 September 2026.
Cairan X-Fire Slog Polri diharapkan dapat meresap ke dalam tanah dan memutus munculnya kembali titik panas. Dengan begitu, wilayah terdampak dapat segera terkendali.
Selain penyemprotan dan pembasahan dengan cairan khusus, personel Satgas Operasi Aman Nusa II menyisir area terdampak. Mereka juga memantau titik panas dan melakukan pendinginan berulang di lokasi kebakaran.
Langkah berkelanjutan ini diambil mengingat karakteristik lahan gambut yang rentan menyimpan bara di bawah permukaan meski api di bagian atas sudah padam.

Kepolisian Daerah Sumatra Selatan menerapkan metode spiral dan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut seluas 80 hektare di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. ANTARA/HO/Polda Sumsel
Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menambahkan penanganan karhutla di lahan gambut memerlukan ketelitian ekstra agar api tidak kembali muncul.
"Penanganan di lahan gambut membutuhkan ketelitian karena bara dapat bertahan di bawah permukaan. Karena itu pemadaman dilanjutkan dengan penyisiran dan pendinginan hingga kondisi benar-benar aman," ujar Nandang.
Polda Sumsel mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Masyarakat juga diminta segera melapor ke aparat kepolisian terdekat jika menemukan adanya titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu karhutla di wilayahnya.