Suhu di Kawah Gunung Slamet kembali meningkat dan mengumpulkan asap putih. MI
Suhu Kawah Stabil, Badan Geologi Turunkan Radius Bahaya Gunung Slamet
Lukman Diah Sari • 4 June 2026 12:07
Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan hasil pengukuran menggunakan drone termal, menunjukkan kondisi suhu solfatara di kawah Gunung Slamet kini relatif stabil. Pengukuran dilakukan selama perioder 4 April - 3 Juni 2026.
"Suhu solfatara kawah berfluktuasi antara 407,2 derajat Celcius hingga 478,7 derajat Celcius, tanpa menunjukkan tren peningkatan yang signifikan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria, melansir Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
"Kondisi ini berbeda dengan situasi pada awal April lalu, dimana citra termal sempat menangkap adanya perluasan anomali panas yang membentuk pola melingkar di sekitar dinding kawah akibat peningkatan proses pelepasan gas (degassing)," jelas dia.
Dia menerangkan Badan Geologi resmi mengembalikan radius aman dari sebelumnya tiga kilometer menjadi dua kilometer dari pusat kawah. Meskipun paparan suhu solfatara saat ini masih cukup tinggi, namun tren fluktuasi konstan.
.jpg)
Foto udara kondisi kawah Gunung Slamet di Jawa Tengah. ANTARA/HO-Badan Geologi
Kendati demikian tingkat aktivitas gunung api yang berada di lima kabupaten Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu masih tertahan di Level II (Waspada) karena parameter vulkanisnya belum sepenuhnya kembali ke kondisi dasar.
Lana mengatakan, pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, yang memantau pergerakan suhu udara kawah dan pasokan energi dari dalam bumi guna mengantisipasi potensi bahaya.