Ocean LiteraSEA 2.0 – Workshop Guru Empatik dan Pembelajaran Interaktif. Foto: dok PIS.
PIS Perkuat Literasi Maritim di Sekolah Pesisir
Husen Miftahudin • 2 June 2026 20:58
Jakarta: PT Pertamina International Shipping (PIS) berkomitmen mendukung penguatan pendidikan kemaritiman di wilayah pesisir Indonesia melalui Ocean LiteraSEA 2.0 – Workshop Guru Empatik dan Pembelajaran Interaktif, dengan melibatkan guru-guru dari berbagai wilayah di Indonesia.
Program ini dilaksanakan bersama Yayasan Inovasi Muda Indonesia sebagai mitra implementator, serta berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan BPPMPV KPTK Gowa.
Workshop ini menjadi ruang kolaborasi multipihak dalam membahas penguatan pendidikan kemaritiman, pembelajaran interaktif, pendekatan guru empatik, serta pengembangan perangkat pembelajaran yang inklusif dan kontekstual bagi sekolah-sekolah pesisir Indonesia.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita percaya menjaga laut tidak cukup hanya melalui operasional yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pendidikan agar keberlanjutan dapat terus terjaga di masa depan.
"Melalui Ocean LiteraSEA, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda pesisir, laut adalah masa depan yang harus dijaga bersama," jelas Vega dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 2 Juni 2026.
Ia menambahkan program ini juga menjadi bagian dari kontribusi PIS dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan global yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan poin 14 tentang Ekosistem Laut.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi biru (blue economy), yang menempatkan keberlanjutan ekosistem laut sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
"Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami berharap program ini dapat menciptakan efek berkelanjutan, di mana para guru menjadi penggerak lahirnya generasi yang lebih peduli terhadap laut dan lingkungan," kata Vega.
| Baca juga: Indonesia Siap Investasi Besar-besaran di Ekonomi Biru |

(Ocean LiteraSEA 2.0 – Workshop Guru Empatik dan Pembelajaran Interaktif. Foto: dok PIS)
Bangun generasi muda yang memiliki kesadaran maritim
Melalui Workshop Guru Empatik dan Pembelajaran Interaktif, para guru jenjang SD, SLB, SMA/SMK mendapatkan penguatan kapasitas dalam mendesain pembelajaran interaktif berbasis lingkungan pesisir, mengintegrasikan isu kemaritiman dalam pembelajaran, mengembangkan media ajar kreatif dan kontekstual, hingga penggunaan pendekatan storytelling dan experiential learning.
Selain itu, program ini juga mendorong penguatan komunikasi empatik serta pendekatan sosial emosional dalam proses belajar mengajar.
Sejak pertama kali diinisiasi pada 2023, Ocean LiteraSEA telah menjangkau 69 sekolah pesisir, memberikan manfaat kepada lebih dari 3.607 siswa, merevitalisasi 25 perpustakaan, menghadirkan lebih dari 15 beasiswa pelaut per tahun, serta menghasilkan 41 sertifikasi guru.
Melalui Ocean LiteraSEA 2.0, PIS kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berkontribusi pada sektor maritim dan logistik energi, tetapi juga mendukung pembangunan sosial melalui pendidikan yang berdampak bagi masyarakat pesisir Indonesia.
Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam membangun generasi muda yang memiliki kesadaran maritim, kepedulian lingkungan, dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan secara berkelanjutan.