Kongres Partai Buruh Korea Utara Resmi Dibuka, Kim Jong-un Fokus pada Ekonomi

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. (KCNA)

Kongres Partai Buruh Korea Utara Resmi Dibuka, Kim Jong-un Fokus pada Ekonomi

Willy Haryono • 20 February 2026 12:40

Pyongyang: Korea Utara memulai Kongres ke-9 Partai Buruh Korea (WPK), forum tertinggi lima tahunan untuk menetapkan arah kebijakan pertahanan, diplomasi, dan ekonomi negara.

Media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan kongres tersebut dibuka pada Kamis kemarin dan diperkirakan berlangsung selama beberapa hari.

KCNA menyebut pertemuan tingkat tinggi itu sebagai peristiwa politik paling penting sejak 2021. Sekitar 5.000 perwakilan partai dari seluruh negeri menghadiri agenda tersebut, termasuk sekitar 200 pejabat senior dari markas pusat dan lebih dari 4.700 pejabat daerah serta sektor industri.

Dalam pidato pembukaannya, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak menyinggung hubungan dengan Korea Selatan maupun Amerika Serikat, yang sebelumnya sering disebut sebagai musuh utama. Ia justru menekankan pentingnya pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Di hadapan partai kita ada tugas berat dan mendesak untuk memajukan pembangunan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengubah seluruh aspek kehidupan sosial di negara ini secepat mungkin,” ujar Kim, dikutip dari Al Jazeera, Jumat, 20 Februari 2026.

Media Korea Selatan, Yonhap, melaporkan kongres ini akan dipantau ketat untuk melihat arah pengembangan senjata nuklir Korea Utara serta kemungkinan perubahan sikap terhadap pemerintahan di Seoul dan Washington. Pada kongres sebelumnya lima tahun lalu, Kim menyebut Amerika Serikat sebagai musuh terbesar negaranya.

Sejumlah analis menilai ekonomi Korea Utara mulai menunjukkan pemulihan bertahap setelah pandemi COVID-19, didorong peningkatan perdagangan dengan China dan dugaan ekspor senjata ke Rusia dalam perang melawan Ukraina. Korea Utara juga dilaporkan mengirim amunisi dalam jumlah besar, sementara ribuan tentaranya disebut membantu Moskow.

Badan intelijen Korea Selatan turut memantau kemungkinan Kim secara resmi menunjuk putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerus kepemimpinan generasi keempat keluarga Kim.

Selain itu, pengamat internasional mencermati citra satelit untuk mendeteksi potensi parade militer, terutama setelah Korea Utara meresmikan penempatan 50 kendaraan peluncur baru rudal jarak pendek berkemampuan nuklir pada hari pembukaan kongres. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Kim Jong Un Perkenalkan Peluncur Roket Canggih, Isyaratkan Fase Baru Militer

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)