Kelenteng Sam Poo Kong, Semarang. dok: Instagram
5 Kelenteng Paling Bersejarah di Indonesia yang Ramai Dikunjungi saat Imlek
Putri Purnama Sari • 17 February 2026 09:20
Jakarta: Perayaan Tahun Baru Imlek yang tahun ini jatuh pada 17 Februari 2026 menjadi momen sakral dan penuh makna bagi masyarakat Tionghoa di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Selain identik dengan angpao dan barongsai, tradisi yang tak pernah terlewatkan saat Imlek adalah mengunjungi kelenteng untuk berdoa, memohon keberuntungan, kesehatan, rezeki, dan kelancaran hidup di tahun yang baru.
Di Indonesia, terdapat sejumlah kelenteng bersejarah yang selalu ramai dikunjungi saat Imlek. Bangunan-bangunan ini bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol warisan budaya dan akulturasi yang kaya nilai sejarah. Berikut daftar kelenteng yang paling sering dikunjungi saat perayaan Imlek.
5 Kelenteng yang Ramai Dikunjungi saat Imlek
1. Kelenteng Sam Poo Kong
Berlokasi di Semarang, Kelenteng Sam Poo Kong termasuk salah satu yang paling populer di Indonesia. Kelenteng ini dibangun untuk menghormati Laksamana Cheng Ho, tokoh pelaut legendaris dari Tiongkok yang pernah singgah di Nusantara.
Arsitekturnya yang megah dengan dominasi warna merah menjadikannya ikon wisata religi dan budaya. Saat Imlek, ribuan umat dan wisatawan memadati area kelenteng untuk berdoa sekaligus menyaksikan atraksi barongsai, liong, serta pertunjukan seni tradisional lainnya.
2. Kelenteng Tay Kak Sie

Kelenteng tay kak sie, foto: Instagram @tikli.suwarto
Masih di Kota Semarang, Kelenteng Tay Kak Sie juga menjadi tujuan favorit saat Tahun Baru Imlek. Kelenteng yang telah berdiri sejak abad ke-18 ini didedikasikan untuk Dewi Welas Asih, Kwan Im.
Nuansa sakral yang terasa kuat, dipadukan dengan detail arsitektur klasik khas Tionghoa, membuat suasana ibadah terasa khusyuk. Setiap Imlek, kelenteng ini dipenuhi umat yang datang untuk memanjatkan doa dan harapan baik di tahun yang baru.
3. Kelenteng Jin De Yuan
Terletak di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Kelenteng Jin De Yuan dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Indonesia. Didirikan pada tahun 1650, tempat ibadah ini menjadi pusat perayaan Imlek di ibu kota.
Menjelang dan saat Imlek, suasana di sekitar kelenteng terasa sangat semarak. Selain berdoa, pengunjung juga dapat menikmati ramainya pasar Imlek yang menjual berbagai pernak-pernik khas perayaan Tahun Baru Tionghoa.
4. Kelenteng Hong Tiek Hian
Di Surabaya, Kelenteng Hong Tiek Hian merupakan salah satu kelenteng tertua yang masih aktif hingga kini. Nilai historisnya yang tinggi menjadikan kelenteng ini tak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga situs bersejarah penting.
Saat Imlek, kawasan kelenteng dipadati umat yang datang untuk bersembahyang. Pertunjukan barongsai dan liong turut memeriahkan suasana, menciptakan nuansa perayaan yang meriah namun tetap khidmat.
5. Kelenteng Kwan Sing Bio

Kelenteng Kwan Sing Bio di Tuban dikenal sebagai salah satu kelenteng terbesar di Asia Tenggara. Letaknya yang menghadap langsung ke laut dipercaya membawa simbol keberuntungan dan kemakmuran.
Keunikan kelenteng ini terlihat dari gapura ikonik berbentuk kepiting raksasa di pintu masuknya. Ikon tersebut merepresentasikan sejarah wilayah sekitar yang dahulu merupakan area tambak penghasil kepiting. Tak heran, selain menjadi tempat ibadah saat Imlek, kelenteng ini juga menjadi destinasi wisata religi dan arsitektur yang menarik perhatian.
Baca Juga :
Makna Mengunjungi Kelenteng Saat Imlek
Tradisi mengunjungi kelenteng saat Tahun Baru Imlek bukan sekadar ritual tahunan. Bagi umat Tionghoa, momen ini menjadi waktu refleksi diri, memanjatkan doa, serta menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.
Selain memperkuat nilai spiritual, perayaan Imlek di berbagai kelenteng juga menjadi simbol keberagaman dan toleransi di Indonesia. Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang yang turut menyaksikan perayaan menunjukkan harmoni budaya yang tetap terjaga.