4 Perjalanan KA Daop 8 Surabaya Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

Kereta api Stasiun Pasar Turi. (Metro TV/ Falentinus Laurensius Hartayan)

4 Perjalanan KA Daop 8 Surabaya Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi

Falentinus Hartayan • 28 April 2026 15:45

Surabaya: Empat perjalanan kereta dari dua stasiun di PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 8 Surabaya dibatalkan akibat kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, Total, perjalanan tersebut rencananya membawa 588 penumpang.

"Total ada empat perjalanan kereta yang membatalkan perjalanannya per hari ini tanggal 28 April 2026," kata Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono di Surabaya, Selasa, 28 April 2026.  

Keempat kereta yang dibatalkan yakni KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen, KA Argo Anjasmoro relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir, KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir, serta KA Jayabaya relasi Malang–Pasar Senen. 
 


PT KAI Daop 8 Surabaya memberlakukan kebijakan pengembalian bea atau refund sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan bagi pelanggan terdampak. Kebijakan ini berlaku untuk pelanggan dengan jadwal keberangkatan 27–28 April 2026, khusus bagi yang membatalkan perjalanan akibat keterlambatan atau penundaan kereta.

Pengembalian dana dapat dilakukan secara tunai di loket stasiun atau melalui transfer bank jika diajukan lewat Contact Center 121 (021-121). Adapun batas waktu pengajuan pembatalan tiket maksimal 7 x 24 jam sejak jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.

"Apabila penumpang berhalangan hadir bisa melakukan besok sampai tujuh hari ke depan. Bisa juga dilakukan melalui aplikasi Access by KAI apabila penumpang tidak punya waktu ke stasiun," ungkap Mahendro.

Sementara itu, sejumlah penumpang terdampak memilih mengambil dana refund. Mereka tetap melanjutkan perjalanan dengan mengubah jadwal keberangkatan.

"Data terakhir dari 588 penumpang, sudah ada sekitar 200-an atau 50 persen penumpang yang sudah melakukan pembatalan (refund). Kebanyakan mereka langsung mengganti jadwal perjalanannya," ujar Mahendro.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan terjadi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam sekitar pukul 20.50 WIB. Petistiwa ini melibatkan KRL Commuter Line PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang dan KA Argo Bromo Anggrek PLB 4B relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi di titik sekitar KM 28+920.


Kondisi KRL Commuter Line yang kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Metrotvnews.com/Antonio


Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, peristiwa berawal saat KRL berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur ketika sedang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang. Penghentian ini disebabkan oleh adanya mobil taksi listrik yang tertabrak oleh rangkaian KRL lain dari arah berlawanan di area perlintasan dekat stasiun.

"CommuterLine yang berhenti lantaran Commuter Line yang berlawanan arah menabrak satu unit mobil taksi," kata salah satu penumpang yang selamat, Munir kepada Antara di lokasi.

Taksi tersebut dilaporkan tiba-tiba mogok saat tengah melintas dari arah Duren Jaya melalui Jalan Ampera menuju Jalan Ir. Juanda.

"Taksi mati, dihidupkan tidak bisa. Penjaga perlintasan (swadaya) sudah teriak menyuruh keluar. Mobil didorong-dorong tidak kuat, keburu datang kereta, akhirnya menabrak," ungkap Saman, 55, seorang warga setempat kepada Media Indonesia (MI). Mobil tersebut kemudian terseret hingga 100 meter dan hancur parah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)