Delegasi Estonia Bahas Hormuz hingga Kerja Sama Maritim dalam Kunjungan ke Jakarta

Delegasi Estonia membahas masalah pelayaran di Selat Hormuz serta mendorong kerja sama maritim dengan Indonesia. (Metrotvnews.com / Keysa Qanita)

Delegasi Estonia Bahas Hormuz hingga Kerja Sama Maritim dalam Kunjungan ke Jakarta

Willy Haryono • 28 April 2026 14:19

Jakarta: Pemerintah Estonia menyatakan tidak mengalami kendala pasokan energi akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk yang meliputi masalah pelayaran di Selat Hormuz.

Hal tersebut disampaikan dalam forum Estonian Maritime Delegation Business yang digelar di Jakarta, Selasa, 28 april 2026.

Deputi Sekretaris Jenderal Bidang Maritim dan Sumber Daya Air Estonia, Kristjan Truu, menjelaskan bahwa negaranya memiliki sumber pasokan energi alternatif dari Amerika Serikat dan Norwegia.

“Di Estonia, kami tidak memiliki masalah pasokan karena sebagian besar kami membeli dari Amerika Serikat dan Norwegia,” ujarnya.

Meski pasokan relatif aman, Estonia tetap menghadapi tantangan kenaikan harga energi. Harga bahan bakar fosil di negara tersebut meningkat hingga sekitar 25 persen dalam beberapa bulan terakhir, yang berdampak pada proyek infrastruktur seperti pembangunan jalan dan jalur kereta.

Menteri Infrastruktur Estonia, Kuldar Leis, menekankan pentingnya transisi menuju energi alternatif sebagai solusi jangka panjang. Estonia kini mempercepat penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, biogas, dan metanol, serta mendorong adopsi kendaraan listrik.

Kerja Sama Maritim Estonia-Indonesia

Forum tersebut juga menyoroti peluang kerja sama maritim antara Estonia dan Indonesia, khususnya dalam digitalisasi pelabuhan, keamanan siber, serta teknologi navigasi berbasis kecerdasan buatan. Estonia menawarkan pengalaman dalam pengembangan pelabuhan pintar dan sistem maritim berbasis data.

Duta Besar Estonia untuk Singapura, Veikko Kala, menyebut kunjungan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat hubungan bilateral di sektor maritim. Ia menegaskan bahwa Estonia akan fokus pada bidang yang menjadi keunggulan, seperti digitalisasi dan bahan bakar berkelanjutan.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi operasional pelabuhan. Estonia melihat Indonesia sebagai mitra strategis dengan potensi besar untuk penerapan skala luas dari berbagai inovasi yang telah dikembangkan.

Melalui forum ini, kedua negara diharapkan dapat memperluas kolaborasi jangka panjang di sektor maritim, sekaligus menghadapi tantangan global seperti ketahanan energi dan dekarbonisasi industri. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Estonia Tawarkan Teknologi Pelayaran Hijau dan Pelabuhan Pintar ke Indonesia

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)