Ribuan Warga Israel Tuntut Penyelidikan Resmi atas Peristiwa 7 Oktober 2023

Ribuan warga Israel berdemonstrasi menuntut penyelidikan independen atas kegagalan pemerintah dalam serangan Hamas. (Anadolu Agency)

Ribuan Warga Israel Tuntut Penyelidikan Resmi atas Peristiwa 7 Oktober 2023

Dimas Chairullah • 3 May 2026 11:08

Tel Aviv: Gelombang demonstrasi kembali berlangsung di Tel Aviv dan Yerusalem pada Sabtu waktu setempat, dengan ribuan warga Israel menuntut penyelidikan resmi atas kegagalan pemerintah dan aparat keamanan dalam menangani serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menurut laporan Haaretz, sekitar 2.000 demonstran berkumpul di Lapangan Habima, Tel Aviv, sementara sekitar 250 lainnya menggelar aksi serupa di Yerusalem.

Aksi tersebut dipelopori kelompok sipil serta keluarga korban yang menuntut pembentukan komisi penyelidikan negara independen.

Mereka menilai para pemimpin Israel berupaya menghindari tanggung jawab atas berbagai kegagalan sistemik yang memungkinkan serangan besar tersebut terjadi.

Demonstran mendesak evaluasi menyeluruh terhadap keputusan politik, militer, dan keamanan yang diambil sebelum maupun setelah serangan.

Serangan Hamas pada Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan menyebabkan sekitar 250 orang disandera ke Jalur Gaza.

Di Yerusalem, aksi sempat diwarnai ketegangan setelah polisi membubarkan sebagian pengunjuk rasa yang menolak meninggalkan lokasi demonstrasi.

Sejumlah pejabat senior Israel sebelumnya telah mengakui adanya kegagalan besar dalam respons keamanan negara terhadap serangan tersebut, dengan beberapa di antaranya memilih mundur dari jabatan.

Pasca-serangan, Israel melancarkan operasi militer besar di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun.

Konflik tersebut menimbulkan korban jiwa besar di Gaza, menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil, serta memicu tekanan internasional terkait dampak kemanusiaan yang terus memburuk.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza dapat mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.

Baca juga:  Demonstrasi Besar Guncang Israel, PM Benjamin Netanyahu Didesak Mundur

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)