Pelajar Diajak Konservasi Laut lewat Penanaman Terumbu Karang di Banyuwangi

Pelajar menanam terumbu karang di Pantai Bangsring, Banyuwangi, Jawa Timur. Istimewa.

Pelajar Diajak Konservasi Laut lewat Penanaman Terumbu Karang di Banyuwangi

Al Abrar • 6 March 2026 22:01

Banyuwangi: Sebanyak 123 siswa dari 14 SLTAK Penabur Jakarta diajak menanam terumbu karang di Pantai Bangsring, Banyuwangi, Jawa Timur. Upaya itu untuk menjaga kelestarian ekosistem laut. 

Aksi penanaman terumbu karang dilakukan bersama nelayan setempat yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Samudera Bakti, pengelola kawasan Bangsring Underwater. Para siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk memasang bibit terumbu karang pada rangka pipa yang telah disiapkan sebelum diturunkan ke laut.

Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti, Ikhwan Arif, mengatakan kawasan Pantai Bangsring sebelumnya mengalami kerusakan akibat praktik penangkapan ikan menggunakan bom.

“Dulu kami adalah nelayan yang menangkap ikan dengan metode bom ikan. Cara itu ternyata merusak terumbu karang. Karena itu sekarang kami menanam kembali terumbu karang dan sudah berhasil memulihkan sekitar 15 hektare ekosistem yang rusak,” ujar Ikhwan.

Upaya pemulihan terumbu karang dinilai penting mengingat sebagian ekosistem tersebut mengalami kerusakan. Padahal, Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman terumbu karang yang tinggi dan menjadi salah satu daya tarik wisata bahari.
 


Salah satu peserta kegiatan, Cresentia, siswa SMAK 4 Penabur, mengatakan kondisi terumbu karang di Indonesia saat ini cukup mengkhawatirkan akibat praktik penangkapan ikan yang merusak.

“Saat ini kondisi terumbu karang di Indonesia sangat mengkhawatirkan akibat bom ikan yang sudah dilakukan sejak dulu sehingga kesehatan laut menurun,” kata Cresentia.

Ia bersama rekannya, Casey, mengaku antusias dapat terlibat langsung dalam kegiatan penanaman terumbu karang.

Menurut Casey, para siswa diajarkan cara menanam terumbu karang oleh nelayan setempat, mulai dari memasukkan bibit karang ke lubang pada pipa hingga mengikatnya sebelum diturunkan kembali ke laut.

“Terumbu karang ukuran kecil dimasukkan ke lubang pipa yang sudah tersedia, lalu diikat dengan erat sebelum dikembalikan ke dalam laut,” ujar Casey.

Keduanya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan laut.

Program bertujuan mengembangkan kepedulian, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir kritis para siswa. Melalui kegiatan ini, para peserta juga diperkenalkan dengan kekayaan alam dan budaya Banyuwangi sekaligus mengasah keterampilan abad ke-21 seperti komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan berpikir kritis.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Al Abrar)