Mau Menang Sendiri, Zionis Ingin Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir

Israel khawatir Iran bisa memiliki kekuatan senjata nuklir. Foto: Anadolu

Mau Menang Sendiri, Zionis Ingin Cegah Iran Miliki Senjata Nuklir

Muhammad Reyhansyah • 6 May 2026 19:04

Berlin: Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegaskan perlunya mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, meski Israel sendiri memiliki persenjataan nuklir yang tidak pernah diumumkan secara resmi dan tidak berada di bawah pengawasan internasional.

Saar menyampaikan pernyataan itu pada Selasa, 5 Mei 2026 saat bertemu Kanselir Jerman Friedrich Merz di Berlin dalam kunjungan terbuka yang dimulainya lebih awal pada hari yang sama.

"Kami kemarin sekali lagi menerima bukti tentang sifat gila rezim Iran. Kami mengutuk keras serangan tanpa provokasi rezim itu terhadap Uni Emirat Arab," kata Saar, dikutip dari Anadolu, Rabu, 6 Mei 2026.

Untuk hari kedua berturut-turut, Uni Emirat Arab mengumumkan pihaknya mencegat rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran.

"Siapa pun yang melihat bagaimana rezim ini bertindak terhadap seluruh tetangganya di kawasan akan memahami perlunya mencegah mereka memperoleh senjata nuklir," lanjutnya.

Amerika Serikat dan Israel menuduh Iran menjalankan program nuklir dan rudal yang mengancam Israel serta negara-negara sekutu Washington di kawasan, sementara Teheran menegaskan program nuklirnya bersifat damai dan membantah berupaya memiliki senjata nuklir.

Israel, yang menduduki wilayah Palestina serta sebagian wilayah Lebanon dan Suriah, secara luas diyakini sebagai satu-satunya negara di kawasan yang memiliki senjata nuklir, meski tidak pernah secara resmi mengonfirmasi hal tersebut dan tidak berada di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional.

Israel juga disebut tengah mempersiapkan kemungkinan runtuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai pada 8 April, di tengah kekhawatiran konflik kembali pecah setelah permusuhan yang dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)