Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade. Foto: Istimewa.
Upaya Siapkan Bibit Atlet Padel Menuju Ajang Internasional
Anggi Tondi Martaon • 4 July 2026 12:48
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade kembali menggelar Rosiade Padel Tournament Series-2 di Crown Padel, kawasan Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, 4 Juli 2026. Kegiata tersebut sebagai upaya menyiapkan bibit atlet padel.
Menurut Andre, turnamen ini digelar untuk mendukung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) menyiapkan bibit-bibit atlet padel menuju ajang internasional, salah satunya Asia Games pada Agustus mendatang.
Ia menargetkan, turnamen khusus junior digelar Agustus 2026 bekerja sama dengan PBPI dengan kembali menggelar Rosiade Padel Tournament. "Turnamen Agustus nanti dipakai PBPI untuk seleksi akhir kelompok umur menuju pertandingan Asia-Pasifik," kata Andre melalui keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2026.
Kategori yang akan dipertandingkan khusus junior. Mulai U-8, U-10, U-12, U-14, U-16, hingga U-18. Adapun seleksi terakhir rencananya berlangsung dua hari penyelenggaraan.
"Dari U-10 mungkin. Kalau bisa U-8 kita bikin. Jadi U8, U10, U12, U14, U16, dan U18," ungkap Andre.
"Memang kalau dulu kan hanya beginner sama upper beginner ya. Kalau sekarang, ditambah ada lower bronze dan kelompok umur U-12. Jadi kualifikasinya lebih banyak," sebut Andre.
Andre mencatat, antusiasme peserta meningkat signifikan. Total 1.100 orang mendaftar, namun hanya 260 peserta yang diterima lantaran keterbatasan slot dan durasi acara satu hari. Pertandingan yang semula ditarget selesai sore, baru tuntas sekitar pukul 21.00 WIB.
"Pendaftarannya gratis, free registration. Ada sarapan pagi gratis, makan siap gratis, MCU gratis dari EKA Hospital, voucher umroh, dan hadiah uang tunai. Juara 1 Rp10 juta, juara 2 Rp7,5 juta, juara 3 Rp5 juta," jelas Andre.
.jpg)
Ilustrasi padel. Foto: Freepik.
Andre menilai, padel berpotensi menjadi olahraga rakyat. Faktor pendorongnya adalah bertambahnya jumlah lapangan dan turunnya harga sewa court (lapangan).
"Dulu lapangan padel terbatas dan mahal. Sekarang sudah menjamur, harganya tambah lama tambah murah, mendekati harga badminton," ujar Andre.
Andre berharap dalam 1-2 tahun ke depan lapangan padel tersedia di seluruh wilayah Indonesia. "Kalau sekarang sudah jadi olahraga keluarga. Dari kakek, nenek, orang tua sampai cucu bisa bermain bersama saat weekend," kata Andre.