Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Tangkapan layar.
Danantara Bidik PSEL Bali Selesai Lebih Cepat, Rosan Optimistis Tuntas 2027
Husen Miftahudin • 8 July 2026 11:19
Bali: Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menargetkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Bali, dapat rampung lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
Rosan mengatakan target penyelesaian proyek saat ini berada pada semester I-2028. Namun, ia optimistis pembangunan dapat diselesaikan pada akhir 2027.
"Walaupun target penyelesaian pada semester pertama 2028, saya optimistis proyek ini dapat selesai lebih cepat, yakni pada akhir 2027," ujar Rosan dalam acara penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya, Bali, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia menegaskan Danantara memiliki komitmen kuat untuk merealisasikan pembangunan perdana proyek PSEL di Bali. Menurut dia, proyek tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.
"Kami di Danantara mempunyai komitmen yang sangat tinggi untuk menyelesaikan groundbreaking pertama PSEL di Bali. Semoga apa yang kita lakukan memberikan manfaat, perlindungan, dan keberkahan bagi semua," kata Rosan, Rabu, 8 Juli 2026.

(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
PSEL jadi solusi pengelolaan sampah
Rosan menjelaskan pembangunan PSEL merupakan bagian dari upaya mempercepat penanganan persoalan sampah di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan sampah segera ditangani sehingga tidak menjadi beban pada masa mendatang.
Menurut Rosan, pengembangan PSEL tidak semata-mata bertujuan menghasilkan energi listrik. Manfaat utama proyek ini adalah mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, keselamatan, serta memperkuat tata kelola pengelolaan sampah.
"Sesuai arahan Bapak Prabowo Subianto, problem sampah adalah problem kita yang harus kita selesaikan secepat mungkin sehingga tidak menjadi beban di kemudian hari," ujar Rosan.
Rosan menegaskan energi listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL merupakan nilai tambah dari proses pengolahan sampah. Fokus utama proyek tetap pada penyelesaian persoalan sampah secara berkelanjutan.
"Kalau kita bicara mengenai sampah, bukan semata-mata menghasilkan tenaga listrik. Tenaga listrik adalah bonusnya. Yang lebih penting adalah mengurangi secara signifikan dampaknya terhadap lingkungan hidup, kesehatan, keselamatan, serta tata kelola yang baik dan benar," jelas Rosan.