Topan Super Bavi Terjang Kepulauan Mariana Utara Dekat Guam

Topan Super Bavi terlihat mendekati Pulau Guam pada Minggu, 5 Juli 2026. (NOAA)

Topan Super Bavi Terjang Kepulauan Mariana Utara Dekat Guam

Willy Haryono • 6 July 2026 06:24

Hagåtña: Topan Super Bavi menghantam Pulau Rota di Kepulauan Mariana Utara, wilayah teritori Amerika Serikat di Pasifik barat, pada Senin pagi waktu setempat dengan membawa angin sangat kencang dan hujan deras.

Badan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) menyatakan mata badai mulai melintasi Pulau Rota pada Senin pagi. Topan tersebut juga mengancam Pulau Guam, Tinian, dan Saipan.

"Wilayah itu saat ini sudah mengalami angin dengan kekuatan yang bersifat katastrofik," kata meteorolog NWS Edwin Montvila, seperti dikutip dari CBS News, Senin, 6 Juli 2026.

NWS menetapkan peringatan angin ekstrem untuk Pulau Rota. Bavi diperkirakan mencapai kategori lima dengan kecepatan angin berkelanjutan hingga sekitar 290 kilometer per jam dan embusan angin mencapai sekitar 346 kilometer per jam.

Peringatan topan juga diberlakukan untuk Guam, Tinian, dan Saipan, sementara sejumlah pulau lain berada dalam status peringatan badai tropis.

Montvila mengatakan Bavi menimbulkan "ancaman langsung terhadap keselamatan jiwa". Warga diminta segera berlindung di bagian dalam bangunan, menjauhi jendela, dan tidak keluar rumah.

"Keluar rumah dapat menyebabkan kematian akibat puing-puing yang beterbangan. Tiang listrik dan jaringan listrik juga berpotensi roboh," ujarnya.

Meski bergerak dengan kecepatan relatif tinggi sehingga diharapkan segera meninggalkan kawasan tersebut, ukuran badai yang besar diperkirakan masih akan memicu hujan lebat dan kondisi badai tropis setidaknya hingga Senin malam.

Gubernur Guam Lou Leon Guerrero mengimbau masyarakat tetap berada di rumah atau tempat penampungan dan menghindari perjalanan selama badai berlangsung.

"Kami kembali menghadapi angin dengan kekuatan besar di pulau ini. Namun, kami telah siap melalui berbagai langkah perencanaan dan perlindungan bagi masyarakat," katanya melalui unggahan di media sosial.

Topan Super Bavi terjadi beberapa bulan setelah Topan Super Sinlaku menerjang kawasan yang sama pada April lalu. Saat itu, badai tersebut membawa angin kencang dan hujan deras yang menyebabkan kerusakan di sejumlah pulau.

Baca juga:  Hujan Badai hingga Gelombang Panas Ganggu Perayaan 250 Tahun Kemerdekaan AS

(Willy Haryono)