Damkar Evakuasi 10 Pekerja dari Kebakaran Gedung Ruko Central Cikini

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakpus, Subady. Foto: Metro TV/Damar.

Damkar Evakuasi 10 Pekerja dari Kebakaran Gedung Ruko Central Cikini

Muhammad Adyatma Damardjati • 5 August 2026 18:39

Jakarta: Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Pusat berhasil mengevakuasi 10 pekerja yang sempat terjebak dalam insiden kebakaran gedung Ruko Central di Jalan Cikini Raya. Evakuasi dilakukan secara manual di tengah kepulan asap tebal.

Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakpus, Subady, mengungkapkan bahwa timnya langsung melakukan penyelamatan sesaat setelah tiba di lokasi kejadian. "Tadi kami datang ya memang ada beberapa yang langsung kita evakuasi. Ada kurang lebih sepuluh (orang)," ujar Subady di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Proses evakuasi para pekerja yang tersebar di berbagai lantai tersebut dipastikan berjalan lancar. Subady menegaskan seluruh pekerja yang berada di dalam bangunan berlantai lima tersebut berhasil diselamatkan tanpa luka.

"Alhamdulillah informasi terakhir tidak ada korban jiwa dari pekerja dan juga dari anggota sampai saat ini," tegas Subady.

Terkait kronologi penanganan, Subady membeberkan pihaknya menerima laporan awal pada pukul 14.45 WIB. Merespons laporan tersebut, armada gabungan berskala besar langsung diterjunkan dan tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit.

"Unit merapat jam 14.50. Pengerahan 22 unit, kurang lebih 110 personel," papar Subady.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati titik api bermula dari tumpukan material proyek di lantai dasar. Kobaran api yang dipicu material mudah terbakar seperti kayu dan tripleks itu kemudian merambat dengan cepat hingga ke lantai tiga gedung.

"Kalau kita lihat tadi kita datang api di lantai dasar ya awalnya, terus juga merambat ke atas. Kita melihat dari lantai dasar sampai lantai tiga tadi ada api," jelas Subady.

Damkar berupaya memadamkan api di sebuah gedung di kawasan Cikini. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatama Damardjati.

Untuk memadamkan api di lantai atas, petugas turut mengoperasikan unit mobil tangga atau Bronto Skylift. Proses pemadaman yang intens ini bahkan membuat seorang personel pemadam kelelahan dan harus mendapat bantuan oksigen usai berupaya menerobos titik api.

"Kelelahan karena tadi kita antisipasi dan coba menerobos sumber api yang ada di lantai tiga. Tapi aman, aman semua," imbuh Subady.

Saat ini, operasi pemadaman telah memasuki tahap akhir. Petugas secara intensif menyisir seluruh ruangan menggunakan alat pendeteksi suhu atau thermal imaging guna memastikan tidak ada hawa panas yang berpotensi memicu nyala api kembali.

"Sebenarnya sudah tidak ada api, tapi suhu panas masih tinggi tadi. Kita pakai alat thermal imaging, ternyata ada beberapa kamar masih suhunya tinggi. Ya sekitar 30 menit lah kita selesai," ujar Subady.

(Anggi Tondi)