Gunung Fuego Terus Erupsi Selama 23 Jam, Guatemala Tetapkan Siaga Merah

Ratusan warga mengungsi dari lereng Gunung Fuego yang mengalami erupsi sejak Senin, 3 Agustus 2026. (EFE)

Gunung Fuego Terus Erupsi Selama 23 Jam, Guatemala Tetapkan Siaga Merah

Willy Haryono • 5 August 2026 12:40

Guatemala City: Ratusan warga yang tinggal di lereng Gunung Fuego di Guatemala mengungsi sepanjang Selasa, setelah gunung berapi itu terus memuntahkan lava dan abu vulkanik ke udara sejak satu hari sebelumnya.

Otoritas menetapkan status siaga merah, tingkat peringatan tertinggi, setelah gunung berapi paling aktif di Amerika Tengah itu mulai meletus pada Senin pagi. Aktivitas vulkanik dilaporkan semakin intens menjelang malam.

Sungai-sungai lava mengalir dari gunung setinggi 3.763 meter yang berada kurang dari 100 kilometer dari ibu kota Guatemala City. Sementara itu, kolom abu vulkanik membumbung hingga sekitar 6 kilometer ke atmosfer.

"Sejak pagi gunung sudah aktif. Malam harinya alarm dibunyikan dan kami harus mengungsi," kata warga setempat, Alejandro Garcia, kepada AFP, Rabu, 5 Agustus 2026.

Garcia mengatakan banyak warga memilih meninggalkan rumah atas inisiatif sendiri karena khawatir terhadap aliran lava yang terus meluncur di lereng gunung.

Petugas pemadam kebakaran menyatakan sedikitnya 500 warga dari Desa El Porvenir dan Las Lajitas telah dievakuasi ke wilayah San Juan Alotenango.

Para pengungsi ditampung di balai komunitas yang telah dilengkapi tempat tidur darurat. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi ke daerah lain di sekitar gunung masih belum diketahui.

"Kalau ada kesempatan pindah ke rumah lain, tentu lebih baik. Kami selalu hidup dalam ketakutan karena gunung ini tidak pernah memberi peringatan," ujar Lidia Ortiz, salah seorang pengungsi.

Pemerintah daerah Escuintla juga menampung puluhan keluarga lainnya, termasuk anak-anak.

Erupsi 23 Jam

Status siaga merah diberlakukan di wilayah Sacatepéquez, Chimaltenango, dan Escuintla, yang secara keseluruhan dihuni sekitar 1,6 juta penduduk.

Direktur Badan Penanggulangan Bencana Guatemala, Claudine Ogaldes, mengimbau warga di kawasan berisiko agar segera mengungsi secara sukarela.

"Di tempat-tempat penampungan, Anda akan mendapatkan perlindungan, bantuan, dan kondisi yang aman selama aktivitas vulkanik masih berlangsung," tulisnya melalui media sosial X.

Institut Vulkanologi Guatemala memperingatkan potensi aliran material vulkanik bersuhu tinggi di lereng Gunung Fuego, terutama yang mengarah ke sisi barat dan selatan.

Hingga Selasa pagi, Gunung Fuego telah mengalami erupsi selama 23 jam berturut-turut, meski intensitasnya mulai sedikit menurun. "Kami sudah terbiasa dengan aktivitas gunung ini, tetapi kali ini benar-benar jauh lebih besar," kata warga lainnya, Sonia Vasquez.

Sejauh ini, aktivitas Gunung Fuego belum mengganggu operasional bandara internasional di Guatemala City.

Kementerian Pendidikan Guatemala juga menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka di sejumlah komunitas yang berada di dua munisipalitas dekat gunung.

Selain itu, polisi sempat menutup jalan menuju Kota Antigua, destinasi wisata yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, sebelum akhirnya kembali dibuka.

Guatemala berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) sehingga kerap mengalami aktivitas gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Pada 2018, letusan besar Gunung Fuego menewaskan 215 orang dan menyebabkan jumlah korban hilang hampir sama setelah aliran material vulkanik menghancurkan sebuah desa.

Baca juga:  Gunung Berapi Fuego di Guatemala Meletus, Dua Desa Dievakuasi

(Willy Haryono)