Wamen ESDM Pastikan Pasokan BBM dan Evaluasi Program B50

BBM B50 di SPBU. Foto: Antara.

Wamen ESDM Pastikan Pasokan BBM dan Evaluasi Program B50

Husen Miftahudin • 1 August 2026 17:15

Jakarta: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau ketersediaan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyerap masukan dari masyarakat terkait penggunaan biodiesel B50 yang telah diterapkan secara nasional.

Yuliot mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar sekaligus mengevaluasi implementasi program mandatori B50 di lapangan, termasuk dampaknya terhadap performa kendaraan masyarakat.

"Kita mengecek pasokan BBM yang ada di seluruh daerah, dan saya lihat pasokan BBM cukup lancar. Selain mengecek kelancaran BBM, kita juga ingin melihat implementasi B50, kita harus mengecek bagaimana penerapannya di lapangan," ujar Yuliot dalam keterangan tertulis, dikutip dari Antara, Sabtu, 1 Agustus 2026.
 

 

Tak ganggu performa mesin


Dalam kunjungan tersebut, Yuliot berdialog dengan sejumlah pengguna B50 yang menggunakan kendaraan diesel untuk bekerja. Salah satunya Nainggolan (47), pengemudi pikap pengangkut ikan asin. Ia mengaku tidak mengalami kendala pada mesin kendaraan sejak menggunakan biodiesel B50.

"Usai memakai B50, sama saja, tidak ada masalah apa-apa pada mesin. Lancar-lancar saja," kata Nainggolan.

Pengalaman serupa disampaikan Herwin Siregar (47), pengemudi angkutan umum rute Medan–Sipahutar yang telah mengoperasikan Mitsubishi L300 selama delapan tahun. Ia mengatakan kendaraan tetap beroperasi normal setelah menggunakan B50. Setiap hari, Herwin menempuh perjalanan sekitar enam jam dengan biaya bahan bakar sekitar Rp450 ribu.

"Saya sudah lama menggunakan Biosolar untuk mobil angkutan saya Mitsubishi L300 jurusan Medan ke Sipahutar. Setiap hari saya isi Rp450 ribu untuk perjalanan enam jam. Aman di mesin, hanya ada sedikit perbedaan kalau di jalan yang menanjak," ujar Herwin.


(Ilustrasi B50. Foto: Gapki.id)
 

Masukan pengguna jadi bahan evaluasi


Menurut Kementerian ESDM, pengalaman para pengemudi menjadi salah satu indikator awal dalam mengevaluasi implementasi program mandatori B50 di tingkat pengguna. Masukan dari masyarakat dinilai penting untuk melengkapi evaluasi kebijakan, selain memastikan distribusi BBM berlangsung lancar di berbagai daerah.

Peninjauan dilakukan di SPBU 14.227.322 Sipirok sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pasokan BBM sekaligus mengawal pelaksanaan mandatori B50.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Yuliot di Sumatra Utara. Sebelumnya, ia bersama rombongan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dan melanjutkan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla.

(Husen Miftahudin)