Jakarta IP Market 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Intellectual Property Indonesia

Suasana sesi konferensi pada Jakarta IP Market 2026 yang mempertemukan pelaku industri kreatif dan pemilik intellectual property. (Foto: Dok. Ist)

Jakarta IP Market 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Intellectual Property Indonesia

Patrick Pinaria • 3 August 2026 14:55

Jakarta: Jakarta IP Market (JIPM) 2026 resmi ditutup setelah mempertemukan ratusan pelaku industri kreatif, pemilik intellectual property (IP), pemilik merek, manufaktur, investor, hingga praktisi lisensi dari Indonesia dan berbagai negara. Kegiatan ini menjadi ajang menjajaki peluang kolaborasi dan pengembangan bisnis berbasis intellectual property.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut menghadiri JIPM 2026 pada Rabu, 29 Juli 2026.

Selama penyelenggaraannya, JIPM menghadirkan pameran, konferensi, business matching, dan sesi jejaring. Berbagai diskusi membahas isu pengembangan intellectual property, mulai dari strategi lisensi di kawasan Asia, peran industri film dalam meningkatkan nilai ekonomi IP, hingga pengembangan karakter dan karya kreatif Indonesia agar mampu bersaing di pasar internasional.

Chairman Jakarta IP Market Mochtar Sarman mengatakan, penyelenggaraan JIPM tahun ini menunjukkan semakin besarnya kebutuhan akan ruang yang mempertemukan kreator dengan pelaku industri. Menurut dia, intellectual property dapat menjadi sumber nilai ekonomi apabila didukung ekosistem yang memungkinkan kolaborasi dan komersialisasi karya.

"Jakarta IP Market dibangun dengan keyakinan bahwa intellectual property memiliki nilai ekonomi yang besar apabila didukung oleh ekosistem yang tepat. Selama dua hari ini kami melihat bagaimana kreator, pemilik IP, brand, investor, hingga mitra lisensi dapat bertemu, berdiskusi, dan membuka peluang kerja sama," ujar Mochtar.

Salah satu agenda utama JIPM 2026 adalah business matching dan Licensing Deal Room yang mempertemukan pemilik IP dengan calon mitra dari berbagai sektor industri. Melalui forum tersebut, para peserta menjajaki peluang kerja sama lisensi, pengembangan produk, hingga investasi berbasis intellectual property.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Andhika Permata menilai kolaborasi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing industri kreatif. Menurut dia, Jakarta akan terus mendorong hadirnya ruang yang menghubungkan talenta kreatif dengan dunia usaha agar intellectual property Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.

"Jakarta memiliki ekosistem kreatif yang terus tumbuh. Kehadiran Jakarta IP Market menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat konektivitas antara kreativitas dan industri. Kami berharap kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan ini dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak intellectual property Indonesia yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global," kata Andhika.

Selain menjadi wadah mempertemukan pelaku industri, JIPM 2026 juga menghadirkan konferensi yang membahas perkembangan industri intellectual property di tingkat global. Sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri berbagi pengalaman mengenai strategi lisensi, pengembangan karakter, serta pemanfaatan intellectual property sebagai aset bisnis.
 
Jakarta IP Market diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang kolaborasi bagi kreator, pemilik IP, investor, dan pelaku industri. Melalui forum ini, diharapkan semakin banyak kerja sama, kesepakatan lisensi, dan peluang investasi yang mendukung pertumbuhan ekosistem intellectual property Indonesia di tingkat regional maupun global.

(Patrick Pinaria)