Lupa Rakaat Salat? Ini Doa Sujud Sahwi dan Tata Cara Melakukannya

Ilustrasi: Pixabay

Lupa Rakaat Salat? Ini Doa Sujud Sahwi dan Tata Cara Melakukannya

Riza Aslam Khaeron • 25 July 2026 07:00

Jakarta: Siapa pun yang pernah melaksanakan salat, baik secara berjamaah maupun sendirian, mungkin pernah mengalami momen keraguan saat salat: apakah baru rakaat ketiga atau sudah keempat, atau justru lupa membaca tasyahud awal karena terlanjur berdiri.

Momen semacam ini telah diantisipasi dalam syariat Islam melalui sujud sahwi, yakni sebuah solusi agar salat tetap sah meskipun terjadi kekhilafan atau kelupaan di tengah salat.

Lalu, kapan sujud sahwi ini disunahkan, bagaimana lafaz yang dibaca, dan seperti apa tata cara melakukannya? Mengutip NU Online, berikut penjelasan lengkap mengenai sujud sahwi.
 

Pengertian Sujud Sahwi


Ilustrasi: Pexels

Sujud sahwi adalah sujud dua kali yang dilakukan seseorang sebelum salam apabila ia melupakan sunah ab'ad atau ragu terhadap jumlah rakaat dalam salatnya. Pelaksanaannya sama seperti gerakan sujud pada umumnya.

Adapun hal-hal yang termasuk sunah ab'ad dalam salat meliputi:
  • Membaca tasyahud awal.
  • Membaca selawat pada tasyahud awal.
  • Membaca selawat atas keluarga Nabi Muhammad saw. pada tasyahud akhir.
  • Membaca doa kunut pada salat Subuh serta salat Witir mulai pertengahan hingga akhir bulan Ramadan.
Selain karena meninggalkan sunnah ab'ad, sujud sahwi juga dikerjakan saat seseorang ragu mengenai jumlah rakaat yang telah ia selesaikan.

Dalam kondisi ini, ia wajib menetapkan hitungan rakaat yang paling sedikit (paling diyakini), lalu melengkapi sisa rakaatnya dan menutupnya dengan sujud sahwi.

Rasulullah saw. menjelaskan hikmah di balik pelaksanaan sujud sahwi saat timbul keraguan jumlah rakaat:



Artinya: "Apabila salah seorang di antara kalian ragu dalam salatnya, hingga tidak tahu apakah ia sudah salat tiga rakaat atau empat rakaat, maka hendaklah ia membuang keraguan itu dan melanjutkan di atas hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat), lalu hendaklah ia melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata salatnya sudah sempurna, maka tambahan satu rakaat dan dua sujud itu menjadi bernilai pahala sunah baginya. Namun, jika ternyata salatnya memang kurang satu rakaat, maka tambahan satu rakaat itu menyempurnakan salatnya dan dua sujud tersebut menjadi penghinaan bagi setan." (HR. Abu Dawud)
 

Lafaz Sujud Sahwi

Berikut bacaan yang dilafazkan saat melakukan sujud sahwi:



Subhaana man laa yanaamu walaa yashuu


Artinya: "Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa."
 

Tata Cara Melakukan Sujud Sahwi

Merujuk pada buku Risalah Tuntunan Salat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai, perkara yang terlupakan dalam salat terbagi menjadi tiga kategori, dan masing-masing memiliki konsekuensi hukum yang berbeda:
  1. Jika yang terlupakan adalah rukun fardu

    Sujud sahwi saja tidak dapat menggantikan rukun yang terlewat.
    • Jika teringat saat masih berada di dalam salat, ia wajib segera melaksanakan rukun yang terlupa tersebut saat itu juga.
    • Jika baru teringat setelah salam dan jeda waktunya masih singkat, ia wajib segera menunaikan rukun yang terlupa, menyempurnakan salatnya, lalu mengakhirinya dengan sujud sahwi.
  2. Jika yang terlupakan adalah sunah ab'ad

    Gerakan atau bacaan yang terlewat tidak perlu diulangi. Salat tetap dilanjutkan hingga akhir, dan sebelum salam disunahkan melakukan sujud sahwi.
  3. Jika yang terlupakan adalah sunah hai'at

    Gerakan atau bacaan yang terlewat tidak perlu diulangi dan tidak disunahkan melakukan sujud sahwi.
Sujud sahwi merupakan bukti keberadaan ruang toleransi dalam syariat Islam terhadap kekhilafan manusia saat beribadah, sekaligus mengajarkan agar keraguan tidak membuat seseorang membatalkan salatnya begitu saja.

Dengan memahami sebab, lafaz, dan tata caranya, setiap Muslim diharapkan dapat senantiasa tenang dan khusyuk saat beribadah meskipun sempat lupa atau ragu.

(Riza Aslam Khaeron)