Militer AS Memulai Operasi Awal untuk Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Kapal militer AS berlayar di dekat Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

Militer AS Memulai Operasi Awal untuk Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

Willy Haryono • 12 April 2026 10:23

Washington: Militer Amerika Serikat (AS) mulai melakukan operasi awal untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling vital bagi perdagangan minyak dunia.

Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Sabtu kemarin menyatakan bahwa dua kapal perang, USS Frank Peterson dan USS Michael Murphy, telah melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari misi untuk memastikan jalur tersebut bebas dari ranjau laut yang disebut sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Kami memulai proses pembentukan jalur pelayaran baru yang aman dan akan segera membagikannya kepada industri maritim untuk mendorong kelancaran arus perdagangan,” ujar Kepala CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, seperti dikutip dari AsiaOne, Minggu, 12 April 2026.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melalui media sosial menyatakan bahwa militer AS telah memulai pembersihan Selat Hormuz dan mengklaim seluruh kapal penebar ranjau milik Iran telah dihancurkan.

“Kami sekarang memulai proses membersihkan Selat Hormuz. Seluruh 28 kapal penebar ranjau Iran kini berada di dasar laut,” tulis Trump.

Trump juga berulang kali menyebut bahwa kekuatan militer AS telah menghancurkan angkatan laut dan udara Iran serta melumpuhkan program rudal balistik dan nuklirnya. Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Dalam beberapa pekan terakhir, kekhawatiran terhadap potensi serangan Iran terhadap kapal-kapal niaga membuat aktivitas di Selat Hormuz terganggu. Jalur ini merupakan salah satu chokepoint utama energi global, sehingga gangguan langsung berdampak pada pasar minyak dunia.

Harga bensin di AS dilaporkan mengalami kenaikan, meskipun sebagian besar minyak yang melintasi Selat Hormuz tidak ditujukan ke pasar Amerika Serikat.

Di tengah situasi tersebut, perwakilan AS dan Iran juga memulai pembicaraan di Islamabad, Pakistan, dalam upaya meredakan konflik yang berlangsung di bawah gencatan senjata yang masih rapuh.

Baca juga:  Trump Kritik Iran soal Selat Hormuz, Tegaskan Tak Sesuai Kesepakatan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)