Fadli Zon: Pesantren Harus Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Ilustrasi Pexels

Fadli Zon: Pesantren Harus Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Muhamad Marup • 9 April 2026 12:37

Jakarta: Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan, pesantren harus jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Menurutnya praktik mempelajari ilmu agama di pesantren merupakan ekspresi kultural yang dapat menjadi warisan budaya.

"Pesantren itu harus menjadi warisan budaya takbenda Indonesia, karena itu termasuk good practices," ujar Fadli, dalam keterangan resminya, Kamis, 9 April 2026.

Terkait pengusulan pesantren sebagai warisan budaya, menurutnya merupakan upaya yang memerlukan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Fadli menyebut proses tersebut memerlukan riset mendalam dari kearifan lokal masing-masing daerah.

"Kita juga bisa mendorong pesantren menjadi warisan budaya dunia UNESCO lewat pengusulan, karena pesantren itu adalah ekspresi kultural dan peradaban yang memiliki ciri khas,” jelasnya.

Museum Pesantren

Fadli mendukung penuh rencana aktivasi museum yang mengangkat tema pesantren dan pendidikan Islam. Menbud menjelaskan bahwa terdapat sejumlah unsur yang harus diperhatikan dalam aktivasi museum, yakni arsitektur, tata pamer, tata pencahayaan hingga narasi sejarah berdasarkan riset mendalam. 

Ia menyebut Museum Rahmah El Yunusiyah sebagai salah satu referensi museum yang mengangkat sejarah islam. Museum tersebut merupakan rumah asli dari Rahmah El Yunusiyah sendiri.

"Walaupun sederhana, semua itu bisa dijadikan museum yang menarik,” terangnya.

Terkait rencana aktivasi Museum Gontor, ia menilai rencana tersebut dapat menjadi model bagi pesantren lain untuk mempunyai museum serupa yang menceritakan histori pendidikan Islam. Menurut Menteri Fadli, museum berbasis pesantren juga dapat disebut sebagai open museum.

"Jadi memanfaatkan bangunan atau bentang alam yang sudah ada, seperti candi, gua, hingga sawah," katanya.


Menteri Kebudayaan, Fadli Zon dan Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Zarkasyi. Foto Kementerian Kebudayaan

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor, Hamid Zarkasyi, mengungkapkan bahwa pesantren Gontor merupakan bukti historis bahwa pendidikan Islam tidak bisa terpisahkan dari lanskap sosial Indonesia. Menurutnya, pendidikan di Gontor sudah berlangsung selama 100 tahun.

"Kami juga mengadakan banyak acara yang mempunyai nuansa seni, seperti festival musik, film, dan kaligrafi," ucapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)