Sakit Mendadak, Senator Senior Partai Republik Lindsey Graham Meninggal Dunia

Senator senior Partai Republik Lindsey Graham. (Anadolu Agency)

Sakit Mendadak, Senator Senior Partai Republik Lindsey Graham Meninggal Dunia

Willy Haryono • 12 July 2026 17:53

Washington: Senator senior Partai Republik Amerika Serikat, Lindsey Graham, meninggal dunia pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, dalam usia 71 tahun setelah mengalami sakit singkat yang terjadi secara mendadak.

Kabar duka tersebut diumumkan melalui pernyataan resmi kantor senator asal South Carolina itu yang dipublikasikan di akun X miliknya.

"Pada Sabtu malam, 11 Juli, Senator Amerika Serikat Lindsey Graham meninggal dunia setelah mengalami sakit singkat dan mendadak," ucap bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Hurriyet Daily News, Minggu, 12 Juli 2026.

Keluarga Graham juga meminta doa serta privasi selama masa berkabung.

Graham pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada 1994 sebelum kemudian memenangkan kursi Senat pada 2002. Ia kembali terpilih sebagai senator pada pemilu 2008, 2014, dan 2020.

Dalam masa jabatan terakhirnya, Graham menjabat sebagai Ketua Komite Anggaran Senat Amerika Serikat. Gubernur South Carolina Henry McMaster menyebut Graham sebagai sosok yang tidak tergantikan.

"Ia adalah pejuang paling gigih bagi South Carolina dan Amerika, serta sahabat yang setia dan teguh," ujar McMaster melalui media sosial X.

Sekutu Utama Donald Trump

Selama karier politiknya, Graham dikenal sebagai salah satu sekutu utama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Kongres. Ia juga dikenal sebagai pendukung kuat Israel dan memiliki pandangan politik luar negeri yang keras terhadap Iran serta berbagai konflik di Timur Tengah.

Presiden Israel Isaac Herzog mengaku terkejut dan berduka atas kabar wafatnya Graham. "Senator Graham adalah simbol kejelasan moral dan pemimpin sejati dalam kemitraan Amerika Serikat dan Israel," kata Herzog.

Menurutnya, rakyat Israel tidak akan melupakan dukungan Graham pada masa-masa sulit yang dihadapi negara tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyampaikan belasungkawa dan menyebut Israel kehilangan salah satu sahabat terbesarnya.

"Lindsey memahami bahwa keamanan Israel dan Amerika tidak dapat dipisahkan. Israel kehilangan salah satu sahabat terbesarnya, Amerika kehilangan seorang patriot besar, dan saya kehilangan seorang sahabat yang saya cintai," tutur pernyataan Netanyahu.

Baca juga:  Senator AS Tegaskan Taktik Lama Rusia Tak Lagi Efektif di Era Trump

(Willy Haryono)