Ancam Iran, Netanyahu Sebut Israel Bakal Layangkan Serangan Mematikan Jika Digempur

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu

Ancam Iran, Netanyahu Sebut Israel Bakal Layangkan Serangan Mematikan Jika Digempur

Fajar Nugraha • 15 July 2026 11:10

Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pada Selasa, 14 Juli, bahwa negaranya akan meluncurkan serangan balasan yang masif dan kuat terhadap Iran jika Teheran nekat melancarkan serangan baru ke wilayah Israel.

Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh Netanyahu dalam sebuah konferensi yang berlangsung di wilayah Dimona.

"Saya katakan kepada para pemimpin Iran: Jangan berharap situasi akan tetap tenang jika Anda menyerang kami," ujar Netanyahu, seperti dikutip Channel News Asia, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Kota di bagian selatan Israel tersebut diketahui menjadi lokasi fasilitas yang secara resmi didedikasikan untuk penelitian nuklir, namun secara luas diyakini sebagai tempat penyimpanan persenjataan nuklir Israel yang tidak diumumkan ke publik.

"Hari-hari di mana seseorang menyerang kita dan kita tidak membalasnya dengan pukulan telak sudah berakhir," tambah Netanyahu.

Ia menjelaskan bahwa gelombang serangan baru yang disiapkan ini akan jauh lebih kuat daripada operasi militer gabungan yang dijalankan bersama sekutu utama mereka, Amerika Serikat (AS), pada awal tahun ini.

"Jangan berharap akan ada pengulangan karena ini tidak akan menjadi pengulangan, padahal serangan sebelumnya sudah cukup kuat. Ini akan menjadi peristiwa yang berbeda dan jauh lebih bertenaga," kata Netanyahu merujuk pada serangan terhadap Iran sebelumnya, berdasarkan dokumentasi video yang dirilis oleh kantornya.

Ancaman terbuka dari Netanyahu mencuat di tengah operasi serangan udara baru yang dilancarkan AS ke wilayah Iran, bersamaan dengan janji Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan kembali blokade maritim di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Rentetan serangan militer AS pada hari Selasa juga dilaporkan telah menghantam kota pelabuhan Bushehr di Iran, kawasan yang menjadi lokasi satu-satunya pembangkit listrik nuklir sipil milik Teheran.

Sebagai langkah pembalasan atas serangan udara AS yang telah dimulai sejak tiga hari lalu, pihak Iran tercatat telah meluncurkan sejumlah rudal yang membidik negara-negara sekutu AS di kawasan Timur Tengah tersebut.

(Kelvin Yurcel)

(Fajar Nugraha)