Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon menawarkan Starlink ke diplomat Iran. Foto: X
Di Ruangan Sidang PBB, Dubes Israel Tawarkan Perangkat Starlink ke Diplomat Iran
Muhammad Reyhansyah • 25 September 2026 11:05
New York: Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Danny Danon menawarkan perangkat internet satelit Starlink kepada seorang diplomat Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat (AS).
Tawaran yang memalukan tersebut berujung canggung setelah diplomat Iran itu tidak menggubris dan memilih tidak mengambil perangkat yang disodorkan Danon.
Momen tersebut terlihat dalam video yang diunggah Danon melalui akun X miliknya, Jumat, 25 September 2026.
Dalam video itu, Danon tampak mendekati diplomat Iran sambil membawa perangkat Starlink yang sebelumnya dipamerkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya di SMU PBB ke-81.
“Saya pikir sudah tepat untuk memberikan Starlink kepada Anda jika Anda adalah Perdana Menteri. Perangkat ini dapat sangat berguna untuk membantu rakyat Iran mendapatkan kebebasan setelah apa yang telah Anda lakukan terhadap mereka,” kata Danon.
Danon kemudian meminta diplomat tersebut membawa perangkat itu kembali ke Teheran.
“Jadi, Anda mau membawanya dan mengirimkannya kembali ke Teheran? Perangkat ini bisa sangat berguna bagi Anda di Iran,” ujar Danon.
Namun, diplomat Iran tersebut tidak menerima perangkat yang ditawarkan Danon.
Danon kemudian menyampaikan dukungannya kepada rakyat Iran sekaligus menyerukan perubahan rezim di negara tersebut.
“Kami mencintai rakyat Iran dan kami berdoa agar terjadi perubahan rezim di sana. Hari itu akan tiba,” kata Danon.
Perangkat yang dibawa Danon merupakan perangkat Starlink yang sebelumnya ditunjukkan Netanyahu saat menyampaikan pidatonya di SMU PBB ke-81.
Dalam pidato tersebut, Netanyahu mengaitkan Starlink dengan upaya menyediakan akses internet dan informasi bagi rakyat Iran di tengah pembatasan jaringan.
Starlink menjadi salah satu cara bagi sebagian warga Iran untuk tetap terhubung ketika pemerintah memberlakukan pemadaman internet setelah serangan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari.
Sejumlah warga Iran menggunakan layanan Starlink untuk melewati pembatasan tersebut, meski layanan itu tidak berlisensi untuk beroperasi di Iran.