Parkir liar di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Metro TV/Enrich Samuel.
Cegah Parkir dan PKL Liar, 100 Petugas Pengamanan Pelototi Kawasan Tanah Abang
Farhan Zhuhri • 26 February 2026 11:52
Jakarta: Parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) yang memakan jalur trotoar di kawasan Tanah Abang mulai ditertibkan. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin mengatakan penertiban dilakukan setelah Pemkot Jakarta Pusat membongkar lapak dan aktivitas dagang yang memakan bahu jalan hingga trotoar pada awal Ramadan.
"Karena kita tahu bahwa memang Tanah Abang kan masih tetap jadi pusat pilihan orang untuk belanja memenuhi kebutuhan lebaran. Bukan cuma buat kebutuhan diri sendiri, keluarga, tapi juga ada kebutuhan untuk penjualan juga kan, grosiran, dijual lagi ke tempat-tempat yang lain," kata Arifin kepada wartawan, Kamis, 26 Februari 2026.
Oleh karena itu, guna mencegah pedagang kembali meluas ke badan jalan, petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) dikerahkan di sejumlah titik rawan. Arifin mengakui, kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Tanah Abang kerap kembali semrawut ketika pengawasan melemah.
Kendati dilakukan penertiban, ia memastikan tidak ada perlawanan saat penertiban dilakukan. Ia mengaku berdialog langsung dengan pedagang yang meluber hingga bahu jalan.
Menurut dia, setelah diberikan penjelasan, pedagang bersedia kembali ke kios masing-masing. Lebih lanjut, Arifin menjelaskan, pengawasan tidak dilakukan 24 jam penuh, melainkan difokuskan pada jam operasional pasar.
"Kalau Tanah Abang kan kita bisa lihat tuh, mulai jam 5 kan sudah mulai sepi. Jadi memang pada jam-jam sibuknya, jam di mana mulai dibukanya Pasar Tanah Abang, antara jam 10 sampai jam 4, jam 5 lah," ungkap Arifin.

Petugas gabungan Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar operasi cabut pentil (pengempisan ban) terhadap puluhan sepeda motor yang diparkir liar di trotoar kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (11/2/2026). ANTARA/Risky Syukur.
Ia memastikan petugas selalu berada di lokasi saat jam ramai. Total personel yang dikerahkan setiap hari mencapai sekitar 100 orang, gabungan dari Dishub dan Satpol PP.
“Kalau kemarin Dishub kita tempatkan ada 40-an orang. Kalau Satpol PP antara 50 sampai 70. Bergantian,” ujar Arifin.
Selain itu, petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU) diminta rutin membersihkan kawasan karena volume sampah meningkat seiring tingginya aktivitas perdagangan. Ia menilai ketertiban kawasan menjadi kepentingan bersama, termasuk para pedagang.
Bila kondisi rapi dan nyaman, pembeli akan datang lebih banyak. Sebaliknya, kondisi kumuh dan macet justru merugikan pedagang sendiri.
"Kalau kumuh, kotor, ya kan, buat jalan juga susah dan sebagainya itu, ya orang juga akan malas entar datang lagi ke Tanah Abang, gitu lo," ungkap Arifin.