Bisnis Franchise Indonesia Makin Kompetitif, Kepercayaan Jadi Kunci

The 25th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026. Foto: dok IFRA 2026.

Bisnis Franchise Indonesia Makin Kompetitif, Kepercayaan Jadi Kunci

Ade Hapsari Lestarini • 30 August 2026 20:41

Tangerang: Industri franchise dan business opportunity di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap peluang usaha dan model bisnis kemitraan. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kredibilitas merek, kekuatan sistem bisnis, strategi pemasaran, serta kemampuan membangun kepercayaan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan usaha.

Perkembangan tersebut turut terlihat dalam penyelenggaraan The 25th International Franchise, License & Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Dalam rangkaian IFRA 2026, Majalah Franchise Indonesia bersama Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) memberikan tiga penghargaan industri, yakni Indonesia Franchise Marketing Awards (IFMA) 2026, Indonesia Business Opportunity Marketing Awards (IBOMA) 2026, serta Franchise & Business Opportunity Market Leader Award 2026.

Ketiga penghargaan tersebut diberikan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sebagai bentuk apresiasi terhadap merek franchise dan business opportunity yang dinilai mampu membangun reputasi, memperkuat pemasaran, serta mengembangkan jaringan usaha.

Pertumbuhan bisnis kemitraan tidak hanya ditentukan oleh jumlah merek dan peluang usaha yang tersedia. Bagi calon mitra, kemampuan sebuah merek dalam menyediakan sistem bisnis yang jelas, menjaga reputasi, serta membangun hubungan dengan konsumen dan mitra menjadi pertimbangan penting sebelum mengambil keputusan investasi.

Kondisi tersebut membuat aspek kepercayaan semakin penting dalam perkembangan industri franchise dan business opportunity. Semangat itu tercermin dalam tema IFMA dan IBOMA 2026, yakni "Building Trust, Driving Growth", serta Market Leader Award 2026 yang mengusung tema "Leading Growth, Expanding Excellence".

Melalui penghargaan tersebut, penyelenggara mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengejar ekspansi jaringan, tetapi juga meningkatkan kualitas bisnis dan menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan.


 

 

Strategi pemasaran jadi faktor persaingan


IFMA 2026 memberikan apresiasi kepada merek franchise yang dinilai berhasil membangun kepercayaan pasar melalui strategi pemasaran yang unggul, konsisten, inovatif, dan berkelanjutan.

Penilaian dilakukan melalui observational assessment, data verification & investigation, serta expert judgement evaluation. Periode penilaian berlangsung pada Mei-Juni 2026 dengan lima aspek utama, yakni Digital & Social Media Engagement, Public Relations & Brand Reputation, Exhibition & Market Presence, Marketing Campaign & Customer Engagement, serta Leadership & Personal Branding.

Pendekatan tersebut menilai bagaimana sebuah merek membangun keterlibatan dengan konsumen, menjaga reputasi, menjalankan komunikasi pemasaran, serta memperkuat kehadirannya di pasar. Sejumlah penerima penghargaan IFMA 2026 antara lain Indomaret, Biru, Apotek K-24, Ray White Indonesia, Ayam Gepuk Pak Gembus, dan Kebab Turki Baba Rafi.

Sementara itu, IBOMA 2026 memberikan apresiasi kepada merek Business Opportunity yang dinilai mampu membangun kepercayaan pasar melalui strategi pemasaran yang unggul, konsisten, kreatif, dan berkelanjutan. Penilaian IBOMA menggunakan pendekatan yang sama dengan IFMA, dengan lima aspek utama, yaitu Digital & Social Media Engagement, Public Relations & Brand Reputation, Exhibition & Market Presence, Marketing Campaign & Customer Engagement, serta Leadership & Personal Branding. Sejumlah penerima penghargaan IBOMA 2026 antara lain Tomoro Coffee, De Wave, Neo Golf Studio, dan Smartkidz.

Selain pemasaran, perkembangan jaringan usaha menjadi salah satu indikator penting dalam melihat pertumbuhan bisnis franchise dan business opportunity. Hal tersebut menjadi fokus Franchise & Business Opportunity Market Leader Award 2026 dengan tema "Leading Growth, Expanding Excellence".

Dalam riset tersebut, penyelenggara melakukan penelitian terhadap sekitar 800 merek franchise dan business opportunity di berbagai kategori bisnis di Indonesia. Penelitian menggunakan data primer dan sekunder, termasuk pemetaan jumlah jaringan outlet yang dimiliki masing-masing merek. Penilaian mempertimbangkan jumlah outlet aktif serta pengelompokan berdasarkan kategori bisnis. Data kemudian melalui proses pendataan, pengumpulan, verifikasi, dan validasi selama periode penelitian.

Untuk kategori Franchise Market Leader Award, sejumlah penerima penghargaan antara lain Biru, Indomaret, Shop & Drive, Apotek K-24, Ray White Indonesia, Martha Tilaar Salon Day Spa, Ayam Gepuk Pak Gembus, dan Kebab Turki Baba Rafi. Sementara pada kategori Business Opportunity Market Leader Award, penghargaan diberikan antara lain kepada De Wave, Smartkidz, dan Barbersmart. Penghargaan tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan jaringan usaha sekaligus posisi sejumlah merek dalam kategori bisnis masing-masing.

Di sisi lain, di tengah semakin beragamnya model kemitraan, pertumbuhan jaringan usaha perlu diikuti dengan penguatan sistem bisnis dan tata kelola. Hal ini penting agar ekspansi tidak hanya menghasilkan penambahan outlet, tetapi juga memberikan keberlanjutan bagi pemilik merek maupun mitra usaha. Pemimpin Utama Majalahfranchise.com Rofian Akbar mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong industri membangun kepercayaan.

"Bagi kami, penghargaan ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, tetapi tentang bagaimana industri terus membangun kepercayaan. Merek yang mampu bertahan dan berkembang adalah merek yang konsisten membangun reputasi, menjaga hubungan dengan konsumen dan mitra usaha, serta terus beradaptasi dengan perubahan pasar," ujar Rofian, dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.

Ia berharap IFMA, IBOMA, dan Market Leader Award 2026 dapat menjadi momentum bagi pelaku industri untuk meningkatkan kualitas bisnis sekaligus mendorong pertumbuhan franchise dan business opportunity yang sehat dan berkelanjutan.

(Ade Hapsari Lestarini)