11 Daerah di Sultra Darurat Bencana Kekeringan Akibat Kemarau

Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.

11 Daerah di Sultra Darurat Bencana Kekeringan Akibat Kemarau

Silvana Febiari • 26 August 2026 15:29

Kendari: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sebanyak 11 daerah di Bumi Anoa telah menetapkan status darurat bencana. Status tersebut ditetapkan menyusul kekeringan yang terjadi akibat kemarau panjang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra Muhammad Taufik mengungkapkan 11 daerah tersebut meliputi wilayah kepulauan hingga daratan di Provinsi Sultra.

"Daerah-daerah yang telah menetapkan status darurat kekeringan tersebut meliputi Kabupaten Bombana, Kabupaten Kolaka Timur, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Muna, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan, serta Kota Kendari," kata Taufik, dilansir dari Antara, Rabu, 26 Agustus 2026. 


Penerbitan status darurat bencana kekeringan oleh para kepala daerah menjadi pijakan krusial untuk mempercepat penanggulangan di lapangan. Langkah ini mempermudah mobilisasi sumber daya darurat serta pembukaan akses Belanja Tidak Terduga (BTT) daerah.

"Keputusan ini mempermudah koordinasi lintas sektor dan percepatan penanganan bencana, termasuk pendistribusian air bersih ke kawasan krisis. Jika eskalasi dampak kekeringan melampaui kapasitas daerah, jalur koordinasi ke pemerintah provinsi dan pusat kini sudah terbuka," ujarnya.


Plt Kepala Distanak Sultra Muhammad Taufik. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)


Penetapan status darurat ini dilakukan untuk memperkuat langkah antisipasi dalam menghadapi krisis air guna menjaga sektor pertanian. Lahan persawahan yang terdampak kekeringan tercatat berkembang dari 2.846 hektare menjadi 3.041,55 hektare agar mendapatkan penanganan dan perhatian yang optimal.

Langkah mitigasi juga disiapkan untuk mengantisipasi risiko gagal panen akibat kekeringan yang mengancam 179,6 hektare lahan padi. Penanganan intensif difokuskan di Bombana seluas 113 hektare, Konawe Selatan 59,6 hektare, dan Kolaka 7 hektare.

Pemprov Sultra terus mengimbau petani di wilayah terdampak kekeringan untuk menyesuaikan pola tanam. Petani juga didorong menggunakan varietas unggul yang tahan kekeringan guna meminimalkan risiko kerugian.

(Silvana Febiari)