Dianggap Potensial, AS Lirik Ketua Parlemen Iran Jadi Calon Pemimpin

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. (ParsToday)

Dianggap Potensial, AS Lirik Ketua Parlemen Iran Jadi Calon Pemimpin

Riza Aslam Khaeron • 24 March 2026 18:30

Washington D.C: Pemerintahan Trump secara diam-diam mempertimbangkan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai mitra potensial—bahkan calon pemimpin masa depan—di tengah pergeseran strategi Amerika Serikat (AS) dari tekanan militer menuju negosiasi untuk mengakhiri perang. 

Demikian dilaporkan Politico pada Senin, 23 Maret 2026.

Menurut dua pejabat pemerintahan yang berbicara secara anonim kepada Politico, Ghalibaf yang berusia 64 tahun dipandang oleh setidaknya sebagian kalangan di Gedung Putih sebagai mitra yang dapat diajak bekerja sama.

Meski berulang kali mengancam AS serta sekutunya dengan pembalasan, ia dinilai mampu memimpin Iran dan bernegosiasi dengan pemerintahan Trump dalam fase selanjutnya dari perang ini.

Namun, Gedung Putih belum siap berkomitmen pada satu orang tertentu. Mereka berharap dapat menguji beberapa kandidat dalam mencari sosok yang bersedia membuat kesepakatan. 

"Dia (Ghalibaf) adalah opsi yang bagus," kata seorang pejabat pemerintahan.

Pejabat tersebut menyebut Ghalibaf sebagai calon teratas, tapi tetap harus diuji dan tidak bisa terburu-buru.

Ketertarikan pemerintahan untuk mengidentifikasi mitra negosiasi ini menandakan keinginan menemukan jalan keluar dari kebuntuan yang dengan cepat menjadi dampak perang Iran—mengguncang pasar dunia, melonjakkan harga minyak, dan memperbarui kekhawatiran tentang inflasi.

Menurut pejabat pertama, kepentingan utama Trump lainnya adalah masalah ekonomi yaitu minyak. Trump tidak ingin mengambil alih Pulau Kharg, pusat minyak utama Iran, karena ia berharap pemimpin berikutnya akan membuat kesepakatan serupa dengan yang dilakukan oleh Delcy Rodríguez, wakil presiden Nicolás Maduro, yang mengambil alih setelah Maduro ditangkap.

"Ini semua tentang menempatkan seseorang seperti Delcy Rodríguez di Venezuela yang kita katakan, 'Kami akan mempertahankanmu di sana. Kami tidak akan menyingkirkanmu. Anda akan bekerja sama dengan kami. Anda akan memberi kami kesepakatan bagus, kesepakatan pertama tentang minyak,'" kata pejabat pemerintahan tersebut.
 

Baca Juga:
Profil Mohammad-Bagher Ghalibaf, Legislator Iran yang Disebut Berbicara dengan AS

Keyakinan bahwa presiden dapat memilih pemimpin Iran berikutnya seperti yang ia lakukan dengan Rodríguez di Venezuela setelah AS menangkap Maduro dianggap oleh sebagian kalangan dekat Gedung Putih sebagai tindakan yang terlalu dini, bahkan naif. 

"Ini bagus jika pembicaraan terjadi melalui perantara dan bagus bahwa mereka mulai memikirkan jalan keluar dari ini. Tapi Iran telah membuktikan mereka bisa menerima pukulan dan tetap membuat segalanya sulit bagi kita. Mereka tidak akan menyerah begitu saja dan memberikan minyak mereka kepada Trump," kata seseorang yang dekat dengan tim keamanan nasional presiden. 

Beberapa pihak juga skeptis bahwa Ghalibaf, mantan wali kota Teheran, akan mudah diatur seperti Rodríguez.  Analis senior Iran di International Crisis Group, Ali Vaez, menilai Ghalibaf merupakan orang yang ambisius dan pragmatis. Ia juga berkomitmen pada pelestarian tatanan Islamis Iran.

"Itu membuatnya menjadi kandidat yang tidak mungkin menawarkan konsesi berarti kepada Washington. Dan bahkan jika ia cenderung menguji batas, institusi militer Iran dan elit keamanan yang lebih luas hampir pasti akan membatasinya," kata Ali.

Ghalibaf pada Senin membantah adanya negosiasi dengan AS, tetapi pejabat pemerintahan mengomentari pernyataannya sebagai gertakan internal. 

"Kami sedang dalam fase pengujian untuk benar-benar mencari tahu siapa yang bisa bangkit, siapa yang ingin bangkit, siapa yang mencoba bangkit," kata pejabat pertama. 

"Dan kemudian ketika orang-orang bangkit, kami akan melakukan ujian cepat, dan jika mereka radikal, kami akan menyingkirkan mereka," tegasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)