Pascagempa Flores, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Tetap Dibuka

Ilustrasi, destinasi wisata di Labuan Bajo tetap dibuka pascagempa. Foto: dok Kementerian Pariwisata.

Pascagempa Flores, Aktivitas Wisata Labuan Bajo Tetap Dibuka

Insi Nantika Jelita • 23 August 2026 16:19

Jakarta: Menteri Pariwisata (Menpar) Putri Wardhana memastikan aktivitas pariwisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) hingga Sabtu, 22 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, Taman Nasional Komodo masih dibuka dan aktivitas wisata di kawasan tersebut berjalan normal. Pelayaran menuju kawasan Taman Nasional Komodo juga tetap beroperasi.

Sementara itu, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo beroperasi normal sesuai jadwal penerbangan. "Labuan Bajo tetap terbuka bagi wisatawan dan aktivitas pariwisata secara umum berjalan," kata Putri dalam keterangan resmi, Minggu, 23 Agustus 2026.

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Manggarai Barat juga telah kembali beroperasi. Gua Rangko melayani aktivitas wisata secara normal dengan sarana dan prasarana yang dinyatakan aman. Desa Wisata Compang Liang Ndara kembali dibuka pada 22 Agustus 2026. Sementara itu, Desa Wisata Wae Lolos tetap menerima kunjungan wisatawan.

Meski aktivitas pariwisata di Labuan Bajo berjalan normal, Menpar meminta wisatawan dan pelaku pariwisata tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan otoritas terkait. Kewaspadaan diperlukan mengingat gempa susulan masih terjadi di wilayah Flores.

Melalui BPOLBF, Kementerian Pariwisata terus memantau kondisi hotel, restoran, kafe, destinasi wisata, fasilitas publik, hingga aksesibilitas di Labuan Bajo dan sejumlah wilayah Flores. BPOLBF juga mengoperasikan layanan informasi untuk merespons pertanyaan wisatawan terkait kondisi destinasi dan keamanan perjalanan setelah gempa.
 

 

Pemerintah pastikan informasi wisata akurat


Sejumlah wisatawan mancanegara dari Italia, Jerman, Prancis, dan Belanda, termasuk wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke Labuan Bajo dan Flores, telah memperoleh informasi mengenai perkembangan kondisi destinasi.

"Informasi yang cepat dan akurat menjadi sangat penting dalam situasi seperti ini. Kita harus menjaga keselamatan wisatawan sekaligus mencegah informasi yang tidak benar menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu," ujar Putri.

BPOLBF juga berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo untuk mengklarifikasi informasi mengenai penutupan sementara pelayaran menuju Pulau Padar dan Pelabuhan Komodo.

Berdasarkan klarifikasi otoritas terkait, informasi mengenai penutupan tersebut tidak benar. Imbauan yang berlaku berkaitan dengan potensi gelombang tinggi dan angin kencang di Selat Sape bagian selatan.

Dari sisi konektivitas, Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo beroperasi normal sesuai jadwal penerbangan pada 22 Agustus 2026. Pelabuhan yang dipantau juga masih melayani operasional kapal dan penumpang dengan tetap mengutamakan keselamatan. Layanan perintis tetap berjalan dan belum terdapat permintaan deviasi trayek.



(Warga melintas di bangunan yang rusak akibat gempa NTT. Foto: Antara)
 

Wisatawan diminta waspadai kondisi wilayah Flores


Menpar menegaskan kondisi Labuan Bajo perlu dibedakan dengan sejumlah wilayah lain di Flores yang masih membutuhkan penanganan dan asesmen keselamatan lebih lanjut.

Menurut dia, kondisi setiap wilayah tidak sama. Karena itu, wisatawan yang hendak melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo ke daerah lain di Flores diminta memperhatikan perkembangan terbaru.

"Karena itu, wisatawan yang akan melanjutkan perjalanan dari Labuan Bajo menuju daerah lain di Flores kami minta selalu memeriksa informasi terbaru mengenai kondisi destinasi, jalan, bandara, dan layanan telekomunikasi," kata Putri.

Hingga 22 Agustus 2026, sejumlah jalur darat utama di Flores telah kembali berfungsi, sedangkan sebagian jalur lainnya masih dalam penanganan. Berdasarkan data yang dihimpun BPOLBF, hingga 22 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB masih tercatat gempa susulan setelah gempa utama Flores.

Karena itu, Menpar meminta wisatawan tetap tenang dan waspada serta menjadikan informasi resmi pemerintah sebagai rujukan dalam melakukan perjalanan.

"Kita ingin aktivitas pariwisata tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengurangi kewaspadaan. Keselamatan wisatawan, pekerja pariwisata, dan masyarakat harus selalu berada di atas kepentingan lainnya," ujar Putri.

(Husen Miftahudin)