Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara.
Prabowo Kritik Regulasi yang Hambat Audit Cucu Perusahaan BUMN
Anggi Tondi Martaon • 12 March 2026 05:16
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengkritik adanya aturan yang menghambat audit untuk cucu perusahaan BUMN. Padahal, BUMN sebagai perusahaan induknya dapat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Dan aneh lagi, ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi, kalau BUMN boleh diaudit oleh negara, katanya kalau cucu perusahaan (BUMN) ndak boleh diaudit. Peraturan dari mana ini?" ujar Prabowo dikutip dari Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Oleh karena itu, Kepala Negara meyakini konsolidasi BUMN melalui Danantara menjadi keputusan yang tepat. Sehingga, mencegah adanya penyimpangan-penyimpangan dan potensi kebocoran kekayaan negara.
"Premis kita ternyata bener. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional, dengan standar-standar terbaik dunia, return on asset saya terima di atas 300 persen," ungkap Prabowo.
Presiden kedeplapan itu juga mengingatkan capaian yang telah ditorehkan oleh Danantara dalam periode satu tahun terakhir. Menurut Prabowo masih belum cukup.

Danantara. Foto: Dok. Danantara.
"Ini masih jauh dari sasaran kita. Perusahaan yang baik, return on asset harusnya minimal 10 persen. Kalau yang bagus 12 persen, yang hebat 15 persen. Kita harus memiliki target yang bagus, yaitu 10 persen. Tetapi, kita mengerti bahwa itu mungkin dalam tahun-tahun pertama belum bisa kita capai," ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan, jika return on asset ditargetkan 5 persen, maka Danantara harus menyetor setidaknya 50 miliar dolar AS per tahun ke negara.
"50 miliar dolar adalah, Mensesneg berapa? Berapa? Rp800 triliun. Jadi, pimpinan Danantara, sasaranmu masih jauh," kata Prabowo.