Sejumlah personel TNI melakukan pembongkaran tenda di Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (8/3). Dok. BNPB
BNPB Targetkan Seluruh Huntara di Aceh Tamiang Rampung Pekan Kedua Maret 2026
whis • 9 March 2026 09:14
Jakarta: Upaya penyediaan tempat tinggal bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu, 8 Maret 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga terkait telah berhasil membangun 1.771 unit Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di 25 lokasi strategis.
Sebanyak 1.339 Kepala Keluarga (KK) kini menempati hunian yang lebih layak dan dilengkapi dengan perabotan penunjang dari BNPB, Kementerian Sosial, serta berbagai lembaga kemanusiaan. Selain unit hunian, fasilitas dasar seperti akses air bersih dan listrik juga disediakan secara gratis untuk meringankan beban warga.
Kepala Pusat Data dan Informasi BMKG Abdul Muhari mengatakan pembangunan yang saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir diproyeksikan rampung sepenuhnya pada pekan kedua Maret 2026. Dengan akselerasi tersebut, BNPB optimistis seluruh penyintas sudah dapat menempati hunian sementara yang nyaman tepat saat momentum Hari Raya Idulfitri tahun ini.
"Pemerintah menempuh dua jalur dalam memenuhi kebutuhan hunian bagi warga terdampak. Selain pembangunan unit fisik Huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600.000 per bulan sebagai solusi fleksibel bagi warga yang memilih menyewa tempat tinggal secara mandiri. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 1.933 K yang diusulkan oleh Pemkab telah menerima DTH, sementara 898 KK lainnya masih dalam proses transisi dari tenda pengungsian ke Huntara," kata Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 Maret 2026.
Lebih lanjut, pembangunan Huntara dan pemberian DTH merupakan langkah transisi jangka pendek. Sebagai solusi permanen, pemerintah telah merencanakan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) yang akan segera direalisasikan. Langkah ini menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan tahan terhadap risiko bencana di masa depan.
Seiring dengan mulai berpindahnya warga ke bangunan Huntara, personel TNI secara bertahap mulai membongkar tenda-tenda darurat yang selama ini digunakan. Langkah ini memastikan kawasan pengungsian kembali tertata setelah warga menempati hunian yang lebih permanen.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kemeja hijau dan rompi hijau) saat menyapa dan menyerahkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) Pulo Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang,
Aktivitas pembongkaran terlihat di beberapa titik, seperti di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua pada Minggu, 8 Maret 2026 siang. Di Kecamatan Karang Baru sendiri, dari 142 unit Huntara yang telah selesai dibangun, sebanyak 129 di antaranya sudah mulai dihuni oleh warga.
Pemenuhan kebutuhan dasar penyintas juga menjadi prioritas. Setiap unit Huntara disuplai dengan perlengkapan dasar mulai dari kasur, kompor beserta gas, peralatan tidur, hingga kipas angin. Selain itu, paket sembako untuk kebutuhan 24 hari ke depan turut disalurkan guna menjamin ketahanan pangan warga selama masa transisi.
Dengan progres yang terus dipacu, diharapkan seluruh warga terdampak dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dalam suasana yang lebih layak dan bermartabat. Momentum ini tidak hanya menandai pulihnya aspek infrastruktur sementara, tetapi juga menjadi titik awal bagi realisasi solusi hunian permanen yang akan membawa masyarakat menuju masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera.