Fragmen rudal Iran yang diarahkan ke Qatar. Foto: The New York Times
Iran Ancam Serang Seluruh Pelabuhan Negara Teluk Jika Fasilitasnya jadi Target
Muhammad Reyhansyah • 12 March 2026 16:05
Teheran: Juru bicara senior angkatan bersenjata Iran memperingatkan bahwa seluruh pelabuhan dan pusat ekonomi di negara-negara pesisir Teluk Persia dapat menjadi sasaran sah bagi militer Iran.
Ancaman ini akan direalisasikan apabila Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap fasilitas pelabuhan Iran. Langkah tersebut diwaspadai sebagai bagian dari kemungkinan operasi militer bersama yang dilakukan AS dengan pihak Israel.
“Jika Amerika Serikat benar-benar melaksanakan ancamannya terhadap pelabuhan Iran, maka tidak akan ada pelabuhan, pusat ekonomi, atau lokasi mana pun di Teluk Persia yang berada di luar jangkauan kami, dan semuanya akan diperlakukan sebagai target yang sah,” kata Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, seperti dikutip PressTV, Kamis, 12 Maret 2026.
Shekarchi mengatakan sejak dimulainya serangan AS dan Israel pada akhir Februari, Iran sejauh ini menahan diri dengan membatasi serangannya hanya pada pangkalan militer Amerika Serikat serta aset militernya di kawasan.
Namun ia memperingatkan bahwa cakupan serangan Iran dapat diperluas hingga mencakup berbagai lokasi di negara-negara Teluk Persia jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur penting di wilayah selatan Iran.
Peringatan tersebut muncul setelah Amerika Serikat mengancam akan menargetkan fasilitas produksi minyak Iran, di tengah meningkatnya tekanan terhadap Washington akibat lonjakan harga energi dan komoditas global yang dipicu oleh konflik yang terus meningkat di kawasan Teluk Persia.
Harga energi dilaporkan terus naik sejak awal pekan ini, ketika Iran memperketat pembatasan terhadap lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur perairan strategis di Teluk Persia tersebut menjadi rute penting yang menangani sekitar seperlima dari pasokan minyak dunia.
Shekarchi juga menolak klaim militer Amerika Serikat yang menyebut operasi Washington telah membuat kapal-kapal angkatan laut Iran terjebak di dermaga dan pelabuhan ekonomi di wilayah selatan negara itu.
“Kami menilai berita itu seratus persen salah, dan itu adalah kebohongan. Angkatan bersenjata Iran berdiri dengan kuat, dan jika diperlukan, kami akan melaksanakan operasi yang lebih besar daripada yang telah kami lakukan sejauh ini,” ujarnya kepada televisi pemerintah Iran.