Iduladha 2026, Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Pakai Bungkus Ramah Lingkungan

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, mengimbau supaya panitia hewan kurban membungkus daging ramah lingkungan supaya dapat didaur ulang dan dikomposkan. (MI/Kristiadi)

Iduladha 2026, Pemkot Tasikmalaya Imbau Panitia Kurban Pakai Bungkus Ramah Lingkungan

Media Indonesia • 26 May 2026 19:47

Tasikmalaya: Pemerintah Kota Tasikmalaya mengimbau panitia kurban menggunakan bungkus daging ramah lingkungan sebagai langkah mengurangi sampah plastik saat Iduladha 1447 Hijriah. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara, mengatakan panitia pelaksana kurban diharapkan tidak lagi menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membagikan daging kepada masyarakat, agar lebih peduli terhadap pengurangan sampah plastik.

"Kami mengimbau agar panitia hewan kurban bisa menggunakan bahan ramah lingkungan sebagai langkah alternatif pembungkus daging kurban berupa.sapi, domba. Karena, pembungkus ramah lingkungan dapat didaur ulang lagi dan dikomposkan contoh memakai daun jati, besek atau wadah anyaman bambu," ujar Diky Candra, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menambahkan, panitia pelaksanaan kurban di setiap wilayah juga diminta menyediakan sarana dan prasarana pengolahan sampah, seperti bank sampah terpilah. Selain itu, panitia diimbau menyiagakan petugas khusus untuk menangani sampah di lokasi pembagian daging kurban.

"Hewan kurban yang disembelih di setiap lokasi penyembelihan harus betul steril dan sehat termasuk memasak daging. Karena, langkah tersebut sebagai kesehatan bagi warga termasuknya pemakaian bungkus ramah lingkungan hingga tujuannya untuk mengurangi pemakaian plastik, lebih baik memakai wadah seperti besak," katanya.


Ilustrasi Pexels

Sementara itu, Dadang, 60, warga Gunung Salikur, Kota Tasikmalaya, mengatakan volume sampah plastik di daerahnya mengalami peningkatan cukup signifikan. Ia berharap pembagian daging kurban tahun ini lebih banyak menggunakan bungkus ramah lingkungan.

"Sampah plastik merupakan masalah besar di Kota Tasikmalaya dan selama ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak bisa berbuat banyak dan selalu mengklaim kendaraan kurang. Berdasarkan data volume sampah meningkat mencapai 350 hingga 400 ton per hari, dan kami berharap penyembelihan membungkus daging ramah lingkungan," pungkasnya. (MI/AD)

(Lukman Diah Sari)