Pasangan pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang berkantor di kawasan Jakarta Timur. Antara/Siti Nurhaliza.
Islamic Center Bekasi Blacklist WO Marwah Diduga Tipu Pasangan Pengantin
Antonio • 25 May 2026 18:20
Bekasi: Manajemen Islamic Center Kota Bekasi mengambil tindakan tegas dengan memasukkan nama wedding organizer (WO) yang diduga kuat melakukan penipuan terhadap pasangan Feny dan Aldi ke dalam daftar hitam (blacklist).
Perwakilan Manajemen Islamic Center Bekasi, Amin Idris, menyatakan pihaknya tidak akan lagi menerima pengajuan kerja sama dalam bentuk apa pun dengan WO tersebut di masa yang akan datang.
"Sudah kami blacklist. Yang seperti ini tidak bisa dijadikan mitra. Kalau WO yang memang sudah menjadi rekanan kami, tentu sering kami komunikasikan dan bina bersama. Ada kekurangan, ada kelebihan," ujar Amin di Bekasi, Senin, 25 Mei 2026.
Amin menjelaskan WO yang diduga melakukan tindak penipuan dan telah dilaporkan ke pihak berwajib tersebut baru satu kali menjalin kerja sama dengan manajemen Islamic Center Bekasi.
"Iya, sepengetahuan saya baru sekali ini," ujarnya.
Dia memastikan WO tersebut bukanlah mitra resmi. Ke depannya, manajemen Islamic Center Kota Bekasi akan bertindak lebih selektif ketika ada pihak yang ingin menyewa venue atau lokasi pernikahan.
"Nanti kita akan perbaiki perjanjian kerja sama (MOU), kita akan lebih selektif," ujar Amin.
Sementara itu, pasangan calon pengantin Aldi (32 tahun) dan Feny (32 tahun) mengaku menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan oleh wedding organizer bernama Marwah, yang kantornya berada di kawasan Jakarta Timur. Kedua pasangan tersebut mengalami kerugian hingga mencapai Rp85,5 juta akibat peristiwa ini.
"Awalnya saya dapat informasi dari Instagram. Setelah melihat daftar harga dan paket-paket yang ditawarkan, saya bayar uang muka (DP) dulu. Total kerugian Rp85,5 juta," ujar Feny di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 25 Mei 2026.
Vendor pernikahan tersebut diduga melarikan diri menjelang hari pelaksanaan acara, sehingga resepsi pernikahan pasangan itu nyaris gagal. Feny menceritakan bahwa awal mula ia menggunakan jasa WO Marwah setelah melihat promosi di media sosial Instagram. Ia tertarik dengan paket pernikahan yang ditawarkan dan kemudian melakukan pembayaran uang muka (down payment/DP).

Suasana pernikahan tanpa dekorasi dan makanan diduga menjadi korban penipu oleh Wedding Organizer (WO) di Bekasi. Foto: ANTARA/Instagram/@meislvy.
Setelah melakukan pembayaran awal, pasangan tersebut mengikuti sesi uji coba makanan (test food) yang diselenggarakan oleh pihak WO. Dalam acara tersebut, Feny mengaku melihat banyak staf yang bekerja, mulai dari vendor dekorasi, penata rias (make-up artist/MUA), pembawa acara (Master of Ceremony/MC), hingga contoh pelaminan dan hidangan prasmanan.
Selanjutnya, pasangan itu menjalani proses pencobaan (fitting) pakaian pengantin di kantor WO yang berlokasi di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung. Pembayaran dilakukan secara bertahap hingga dinyatakan lunas pada awal April 2026.
Bahkan, mereka kembali menambah jumlah tamu (pax) pada tanggal 11 Mei 2026. Namun, kecurigaan mulai muncul saat rapat persiapan atau technical meeting (TM) yang digelar secara daring (online). Rapat tersebut dinilai tidak profesional dan berlangsung sangat singkat.
"Technical meeting hanya berlangsung sekitar 10 menit dan sangat tidak mendetail. Saya bertanya soal alur acara (rundown), jalur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab 'nanti akan diinformasikan sehari sebelum acara (H-1)'," jelas Feny.