MIKTA Didorong Lebih Aktif untuk Hadapi Geopolitik Global yang Semakin Kompleks

Eks Dubes Meksiko Francisco del Rio mendorong revitalisasi MIKTA agar negara middle power lebih berperan dalam menjaga stabilitas global. (Metrotvnews.com / Keysa Qanita)

MIKTA Didorong Lebih Aktif untuk Hadapi Geopolitik Global yang Semakin Kompleks

Willy Haryono • 14 April 2026 21:23

Jakarta: Kelompok negara kekuatan menengah yang tergabung dalam MIKTA didorong untuk kembali mengambil peran aktif dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan mantan Duta Besar Meksiko, Francisco del Río, dalam Middle Powers Conference 2026 yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.

Del Río menilai MIKTA, yang terdiri dari Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia, memiliki potensi besar untuk membangun kepemimpinan kolektif di tingkat global. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, negara-negara anggota perlu mulai menyelaraskan posisi dalam isu-isu global agar suara middle power memiliki pengaruh yang lebih nyata dalam pengambilan keputusan internasional.

“Sudah saatnya MIKTA mengambil peran yang lebih aktif dalam memengaruhi agenda global,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa solidaritas antarnegara kekuatan menengah menjadi kunci untuk menjaga agar sistem multilateral tetap berfungsi di tengah meningkatnya rivalitas kekuatan besar.

Selain itu, Del Río juga mendorong penguatan norma dan aturan internasional melalui kerja sama yang lebih erat di antara anggota MIKTA.

Ia menilai kepemimpinan kolektif negara-negara menengah dapat menjadi solusi atas stagnasi diplomasi global yang terjadi saat ini.

Meski masing-masing negara memiliki tantangan regional yang berbeda, MIKTA dinilai perlu mengidentifikasi agenda bersama yang konkret dan berdampak langsung.

Pendekatan berbasis isu spesifik tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi tawar negara-negara anggota dalam forum internasional.

Del Río menegaskan, melalui kerja sama yang lebih solid, MIKTA berpotensi menjadi motor penggerak dalam menjaga stabilitas dan memulihkan tatanan global.

Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis bagi negara-negara anggota untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika geopolitik dunia. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Peran MIKTA di Dunia yang Semakin Terpolarisasi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)