Pihak pasukan keamanan Iran dalam melakukan operasi. Foto: Press TV
Intelijen Iran Tangkap Empat Mata-mata Mossad dan Bongkar Jaringan Teror
Fajar Nugraha • 16 April 2026 15:34
Teheran: Pasukan intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berhasil menangkap empat orang di Provinsi Gilan, Iran utara, atas tuduhan spionase untuk badan intelijen Israel, Mossad.
Selain penangkapan pada 15 April 2026 tersebut, otoritas keamanan juga membongkar sejumlah tim teror di wilayah tenggara negara tersebut.
Berdasarkan pernyataan resmi Departemen Humas Pasukan Quds IRGC, para tersangka diketahui menjalin kontak dengan perwira intelijen Mossad untuk mengumpulkan informasi terkait instalasi keamanan dan militer yang sensitif. Mereka bertugas mengambil foto lokasi-lokasi strategis tersebut dan membagikan koordinat relevan kepada pihak Mossad melalui platform media sosial.
Saat ini, para tahanan telah diserahkan kepada otoritas yudisial untuk menjalani prosedur hukum lebih lanjut.
“Intelijen dan keamanan terus memantau secara ketat setiap pergerakan maupun upaya individu yang berafiliasi dengan layanan intelijen asing, serta memastikan seluruh operatif tersebut akan dideteksi dan ditindak tegas,” ujar pihak IRGC, seperti dikutip Press TV, Kamis 16 April 2026.
Secara terpisah, otoritas keamanan Iran juga berhasil mendeteksi dan membongkar sejumlah tim teror di Provinsi Sistan dan Balouchestan sejak dimulainya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Markas Quds IRGC mengumumkan bahwa sebanyak 55 teroris telah ditangkap dan 13 lainnya berhasil dilumpuhkan dalam periode tersebut.
Pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa tim-tim teror ini berencana melakukan aksi sabotase yang bertepatan dengan serangan udara AS-Israel. Namun, mereka berhasil diringkus dalam operasi terpisah sebelum sempat melancarkan serangan, dengan penyitaan sejumlah besar amunisi, senapan serbu, bahan peledak, dan perangkat komunikasi.
Para teroris dilaporkan berniat memasang serta meledakkan bom pinggir jalan, menyerang instalasi militer, melakukan pembunuhan terhadap pejabat senior, serta mengidentifikasi infrastruktur kritis sebagai target serangan udara AS-Israel di masa mendatang.
(Kelvin Yurcel)