RUPST TOBA Tunjuk Fuad Rahmany Jadi Komisaris Utama dan Bagi Dividen

T TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyetujui sejumlah agenda dalam RUPST Tahun Buku 2025 dan RUPSLB 2026. Foto: Dok istimewa

RUPST TOBA Tunjuk Fuad Rahmany Jadi Komisaris Utama dan Bagi Dividen

Eko Nordiansyah • 17 April 2026 10:38

Jakarta: PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menyetujui sejumlah agenda dalam RUPST Tahun Buku 2025 dan RUPSLB 2026. Sejumlah kesepakatan dicapai termasuk perubahan susunan Dewan Komisaris, penggunaan saldo laba untuk tambahan cadangan wajib dan pembagian dividen, serta penguatan permodalan.

RUPST TOBA menyetujui pengunduran diri Bacelius Ruru dari jabatannya sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen. Sebagai penggantinya, pemegang saham menetapkan Ahmad Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen yang baru, dengan masa jabatan hingga 2028.

Selain itu, Perseroan mengangkat Judy Lee sebagai Komisaris Independen untuk masa jabatan hingga 2030. Judy Lee membawa pengalaman internasional di bidang strategi keuangan serta akan memperkuat tata kelola dalam mencapai target TBS2030. Pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota direksi.

“Bergabungnya Judy Lee dan kepemimpinan baru Fuad Rahmany akan membawa perspektif segar dalam transisi kami sebagai perusahaan hijau yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan ekosistem kendaraan listrik,” kata Direktur Utama TBS Utama Dicky Yordan dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.

Susunan komisaris dan direksi

Dengan demikian, susunan pengurus Perseroan menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Ahmad Fuad Rahmany.
  • Komisaris Independen: Yasmin S. Wirjawan.
  • Komisaris Independen: Frances Kang (Kang Tzu Ping).
  • Komisaris Independen: Judy Lee.

Direksi:

  • Direktur Utama: Dicky Yordan.
  • Direktur: Alvin Firman Sunanda.
  • Direktur: Juli Oktarina.
  • Direktur: Mufti Utomo.
  • Direktur: Sudharmono Saragih.

(Salah satu lini bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)?. Foto: Dok istimewa)

Penambahan cadangan wajib dan pembagian dividen

Terkait penggunaan saldo laba tahun buku 2025, Dicky menjelaskan, para pemegang saham menyetujui penetapan penggunaan saldo laba untuk menambah cadangan wajib. Selain itu, pemegang saham TOBA juga menyetujui pembagian dividen sebesar USD8,8 juta guna memberikan nilai tambah bagi investor.

“Keputusan pembagian dividen ini merupakan cermin dari kepercayaan fundamental manajemen terhadap kekuatan arus kas perusahaan dan komitmen berkelanjutan untuk memberikan nilai nyata bagi pemegang saham, meskipun menghadapi tantangan makro ekonomi pada periode ini,” kata dia.

Sebagai bagian dari pengelolaan modal yang pruden, Perseroan juga telah mendapatkan persetujuan untuk menjajaki Penawaran Umum Terbatas (rights issue). Langkah ini dipersiapkan guna memberikan ruang dalam memperkuat struktur keuangan apabila diperlukan untuk mendukung proyek-proyek hijau di masa mendatang.

Bersamaan dengan itu, TOBA mengumumkan pembelian kembali saham (buyback). Dengan modal yang lebih kuat, struktur organisasi yang optimal, dan alignment yang solid antara manajemen, karyawan, dan pemegang saham, TBS siap untuk memasuki fase berikutnya dari perjalanan transformasi menuju 2030.

“Persetujuan dalam RUPS ini memperkuat fondasi untuk melanjutkan transformasi sebagai perusahaan energi berkelanjutan yang tangguh dan kompetitif. Setiap keputusan yang diambil hari ini dirancang untuk mendukung pencapaian milestone TBS2030 sambil memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ucap Dicky. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)