Ilustrasi - Nelayan melaut menggunakan perahu tradisional di tengah gelombang tinggi air laut disertai angin kencang. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/kye/am)
4 Perairan di Kalsel Waspada Gelombang Tinggi 2,5 Meter
Lukman Diah Sari • 19 August 2026 13:22
Banjarbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna jasa pelayaran, untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 meter di empat wilayah perairan Kalimantan Selatan (Kalsel). Peringatan ini berlaku mulai Kamis, 20 Agustus 2026.
Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarbaru BMKG Kalsel, Uli Mahanani, mengatakan potensi gelombang berkisar 1,25 hingga 2,5 meter tersebut tersebar di perairan Banjarmasin, Kotabaru, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
"Waspada bagi nelayan saat berlayar menggunakan perahu, operator kapal tongkang, kapal feri, dan kapal berukuran besar terhadap potensi gelombang tinggi yang berpotensi merata hingga mencapai 2,5 meter di seluruh wilayah itu," ujarnya, melansir Antara, Rabu, 19 Agustus 2026.
Rincian kondisi di empat perairan tersebut adalah sebagai berikut:
-
Perairan Banjarmasin: Angin mencapai 17 knot, gelombang 1,25–2,5 meter, suhu 25–30 derajat Celsius, arus sekitar 1 knot.
-
Perairan Kotabaru: Angin 12 knot, suhu 26–28 derajat Celsius, arus 1 knot.
-
Perairan Tanah Laut: Kecepatan angin hingga 18 knot, suhu 27–28 derajat Celsius, arus 2 knot.
-
Perairan Tanah Bumbu: Angin 14 knot, suhu 27–28 derajat Celsius, arus sekitar 1 knot.
.jpg)
Ilustrasi: Ombak tinggi di kawasan Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 4 Agustus 2026. ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Sementara itu, cuaca di sejumlah destinasi wisata seperti Loksado, Pulau Kembang, Waduk Riam Kanan, Pasar Terapung, Nateh, Pantai Angsana, Teluk Tamiyang, dan Pantai Takisung, secara umum diprakirakan cerah hingga cerah berawan mulai pukul 02.00 Wita.
"Kami mengimbau nelayan, operator kapal, wisatawan, dan masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan untuk memperhatikan informasi cuaca dan kondisi gelombang sebelum melakukan kegiatan guna mengantisipasi risiko keselamatan akibat perubahan kondisi laut," pungkas Uli.