BGN Buka Kanal Pengaduan Khusus Guru Laporkan Masalah MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: Dok. Metro TV.

BGN Buka Kanal Pengaduan Khusus Guru Laporkan Masalah MBG

Fachri Audhia Hafiez • 12 August 2026 22:46

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membuka kanal komunikasi dan pengaduan khusus bagi para guru. Langkah ini guna menyampaikan keluhan, masukan, hingga temuan terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan sekolah.

"Kalau bapak/ibu guru kemudian merasa ada yang perlu disampaikan kepada kami sebagai BGN, apakah itu keluhan, komplain, temuan, atau apapun yang terkait Program MBG, kami menyiapkan saluran khusus email kepada BGN," ujar Kepala BGN Sudaryono dalam acara peluncuran di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
 


Masyarakat dan tenaga pendidik dapat menyampaikan laporan serta aspirasi tersebut secara langsung melalui surat elektronik resmi di alamat saluran_gurupicMBG@bgn.go.id.

Sudaryono menekankan bahwa peran guru sangat krusial karena berinteraksi langsung dengan para siswa di lapangan. Oleh karena itu, setiap laporan yang masuk akan dijadikan bahan evaluasi utama demi menjamin mutu layanan dan keamanan pangan.

"Kami siap menerima masukan, kritikan, hingga aduan atau apapun itu yang terkait dengan MBG. Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan, kualitas, dan keterbukaan partisipasi masyarakat dalam Program MBG ini," tegas Sudaryono.


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Foto: Antara.

Peluncuran kanal aduan ini bertepatan dengan mulainya Kick-off Literasi Gizi dan Keamanan Pangan bagi Guru yang digelar BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pada tahap awal, program edukasi dan pengawasan ini menyasar 658.300 guru dan tenaga kependidikan di tiga provinsi. Yakni, DKI Jakarta (53.831 orang), Jawa Barat (492.944 orang), dan Banten (111.525 orang).

"Hari ini adalah kick-off. Di tahap awal ini kami menyasar 658.300 guru yang tersebar di DKI, Jawa Barat, dan Banten. Untuk kemudian nanti kami perluas sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kami bisa menjangkau 3,5 juta guru yang tersebar di seluruh Indonesia," ujar Sudaryono.

(Fachri Audhia Hafiez)