Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo Ingatkan Generasi Muda Pelajari Sejarah Perjalanan Bangsa
Fachri Audhia Hafiez • 13 August 2026 20:22
Cikarang: Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda untuk memetik pelajaran dari sejarah. Langkah ini guna memahami perjalanan serta berbagai dinamika tantangan bangsa Indonesia sejak era kemerdekaan.
"Saudara-saudara, terutama anak-anak muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran motor listrik nasional dan ekosistem pendukung di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dilansir Antara, Kamis, 13 Agustus 2026.
Prabowo menekankan bahwa pemahaman rekam jejak sejarah sangat krusial agar masyarakat mengerti posisi Indonesia di mata dunia dan tidak mudah dimanipulasi oleh pihak luar. "Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan jadi korban," ucap Prabowo.
Ia menguraikan bahwa perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak serta-merta usai setelah Proklamasi 1945, melainkan harus dilalui lewat pertempuran sengit selama bertahun-tahun.
"Tahun 45 kita proklamasikan kemerdekaan kita, tapi dilanjutkan perang. Perang 5 tahun. Perang 5 tahun berhasil kita rebut kemerdekaan kita," tegas Prabowo.
Tak hanya ancaman dari luar, Indonesia juga kerap diuji oleh berbagai rongrongan domestik, mulai dari APRA, RMS, DI/TII, PRRI/Permesta, PGRS/Paraku, hingga peristiwa G30S/PKI. Oleh sebab itu, Presiden meminta masyarakat kembali membuka catatan sejarah agar tidak lengah menghadapi dinamika masa depan.
"Bukalah sejarah kita. Kerusuhan-kerusuhan. Tiap kali kita di ambang take off, muncul ini, muncul itu," ucap Prabowo.
.jpg)
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara/BPMI Sekretariat Presiden.
Prabowo menegaskan bahwa ajakan untuk memahami sejarah bukan bertujuan memupuk dendam atau kebencian terhadap bangsa lain, melainkan sebagai fondasi persatuan di tengah kemajemukan bangsa. "Saudara-saudara, tidak pernah saya mengajak kita untuk membenci bangsa lain. Tidak," jelas Prabowo.
Presiden bersyukur Indonesia dianugerahi keberagaman yang tetap harmonis dan bersatu hingga saat ini.
"Kita ditakdirkan lahir sebagai bangsa majemuk. Banyak suku yang berbeda-beda, banyak agama yang berbeda-beda, banyak bahasa daerah, banyak adat daerah, tapi ternyata kita bisa rukun," kata Prabowo.