Asap dari serangan Israel di Gaza. (Anadolu Agency)
Indonesia Serukan Israel Hormati Gencatan Senjata usai Tewasnya 37 Warga Gaza
Willy Haryono • 2 February 2026 06:25
Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyerukan agar Israel menghormati kesepakatan gencatan senjata, menyusul serangan terbaru di Jalur Gaza pada 31 Januari yang menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina.
“Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dalam kesepakatan gencatan senjata, untuk memenuhi kewajibannya dan sepenuhnya menghormati kesepakatan tersebut,” ujar Kemenlu RI di media sosial X pada Minggu, 1 Februari 2026.
Dikutip dari Antara, Kemenlu RI menegaskan bahwa pelanggaran sepihak terhadap gencatan senjata yang disepakati pada Oktober 2025 tidak hanya memperburuk penderitaan warga sipil di Gaza, tetapi juga merusak kepercayaan serta secara langsung menghambat upaya mewujudkan stabilitas dan penyelesaian politik yang berkelanjutan.
“Indonesia mengecam keras serangan berulang Israel di Jalur Gaza, termasuk serangan terbaru pada 31 Januari 2026, yang menyasar kawasan sipil dan fasilitas publik. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlaku,” tegas Kemenlu RI.
Sedikitnya 37 warga Palestina dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam rangkaian serangan udara Israel yang menargetkan berbagai wilayah di Gaza pada Sabtu lalu. Serangan tersebut dilaporkan menyasar tempat penampungan, tenda pengungsi, sebuah kantor polisi, serta apartemen hunian.
Pertahanan Sipil Gaza mengonfirmasi bahwa serangan Israel sejak Sabtu dini hari telah menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sedikitnya 509 warga Palestina tewas dan 1.405 lainnya terluka akibat serangan Israel.
Gencatan senjata tersebut mengakhiri perang Israel selama dua tahun yang menewaskan hampir 71.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.400 lainnya.
Konflik tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah tersebut mencapai sekitar 70 miliar dolar Amerika Serikat.
Baca juga: Serangan Israel Tewaskan 37 Orang di Gaza Jelang Pembukaan Kembali Rafah