Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman memberikan sambutan dalam serah terima jabatan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/4/2026). ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Awasi Ketat MBG, KSP Pastikan Tidak Ada Penjualan Titik Dapur
Achmad Zulfikar Fazli • 19 May 2026 22:16
Jakarta: Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, telah bertemu Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana untuk melaporkan terkait situasi terkini dan mekanisme implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kantor Staf Presiden (KSP) akan mengawasi secara ketat, termasuk memastikan tidak ada yang menjual titik dapur.
"Saya sampaikan kepada beliau, saya bilang bahwa KSP akan mengawal ketat dan mengawasi program keunggulan Bapak Presiden. Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik atau memanipulasi berupa keuntungan," kata Dudung, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Dia menyatakan pengawasan diperlukan agar pelaksanaan program MBG berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu. Dia mengingatkan agar tidak ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi
Pihak BGN juga meminta bantuan dalam pengawasan MBG mengingat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebelum bertemu dengan BGN, Dudung juga dipanggil Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming untuk membahas perbaikan implementasi MBG.
"Sehingga didatangkan pakar-pakar gizi, pakar-pakar betul-betul menguasai masalah dapur. Sehingga untuk perbaikan ke depannya masalah BGN. Mudah-mudahanlah ini akan semakin membaik karena ini merupakan program prioritas Presiden yang harus kita dukung," tutur dia.
.jpeg)
Ilustrasi SPPG. Dok. Istimewa
Baca Juga:
Program MBG Dinilai Investasi Jangka Panjang untuk Pengentasan Kemiskinan |
Secara khusus, dia mengingatkan MBG berperan penting untuk meningkatkan asupan gizi anak-anak Indonesia. MBG bukan sekadar pemberian makanan, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia bangsa.
"Ini program prioritas Presiden yang harus kita dukung. Program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita. Karena itu, pelaksanaannya harus terus diperbaiki, diawasi, dan dipastikan tepat sasaran," ujar Dudung.