IHSG Pagi Ini Dibuka Naik ke Level 6.277

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Pagi Ini Dibuka Naik ke Level 6.277

Eko Nordiansyah • 12 August 2026 09:26

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 12 Agustus 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.277,763.

IHSG dibuka dibuka menguat 9,88 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.277,76. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,12 poin atau 0,18 persen ke posisi 626,91.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG bergerak menguat sebanyak 46,029 poin setara 0,73 persen ke level 6.313,910. IHSG berada di level tertinggi 6.319 dan terendah di 6.272.

Sebanyak 391 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 143 saham emiten lainnya melemah, dan 177 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,942 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,611 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.068,255 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG diperkirakan cenderung tertekan

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 11 Agustus 2026, IHSG ditutup melemah 97,49 poin atau 1,53 persen ke level 6.267,88.

Pelemahan IHSG akibat sentimen lonjakan harga minyak mentah Brent yang melonjak ke kisaran USD89,7 per barel menyusul memanasnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz.

Kemudian dari dalam negeri, Bank Indonesia mencatat penjualan ritel Juli 2026 tumbuh tipis 0,9 persen secara tahunan (YoY) meski secara bulanan (MoM) mengalami kontraksi 0,3 persen.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari Dow Jones turun 0,34 persen, S&P 500 melemah 0,32 persen, dan Nasdaq terkoreksi 0,60 persen.

Harga minyak mentah sedikit menguat di tengah sinyal yang saling bertentangan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah, memulihkan penurunan sebelumnya setelah Iran menegaskan kembali niatnya untuk tetap menutup Selat Hormuz sampai tuntutannya dipenuhi.

Imbal hasil obligasi pemerintah (Treasury AS) melandai, namun saham-saham perusahaan teknologi skala besar (hyperscalers) yang sensitif terhadap kondisi kredit justru turun Alphabet (3,8 persen), Oracle (3,7 persen), Amazon (2,1 persen), dan SpaceX (3,9 persen).

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring tensi geopolitik Timur Tengah (AS-Iran) masih cukup tinggi yang dapat mempengaruhi harga minyak mentah sewaktu-sewaktu,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)