Rupiah Dibuka ke Rp17.869/USD Rabu, 12 Agustus 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp17.869/USD Rabu, 12 Agustus 2026

Eko Nordiansyah • 12 August 2026 09:15

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS juga bergerak datar menanti rilis data inflasi dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 12 Agustus 2026, rupiah berada di level Rp17.869 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun delapan poin atau setara 0,04 persen dari Rp17.861 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.819 per USD. Rupiah bergerak melemah dibandingkan pembukaan perdagangan kemarin sebesar Rp17.790 per USD.


(Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani)

Rupiah fluktuatif berpeluang melemah

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpeluang melemah hari ini. Mata uang Garuda diprediksi bergerak di rentang Rp17.860 hingga Rp17.970 per USD.

Ia menyebut, pelemahan ini dipicu oleh sentimen eksternal dan internal yang memengaruhi pasar valuta asing. Dari sisi eksternal, ketegangan di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan ketidakpastian pasar.

"Keduanya juga melontarkan klaim yang bertentangan mengenai status Selat Hormuz; Washington menyatakan bahwa jalur perairan tersebut tetap terbuka, sementara Teheran mengklaim telah menutup jalur itu menggunakan ranjau dan pesawat nirawak (drone)," ujar Ibrahim.

Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh perhatian pasar terhadap rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang diperkirakan turun, serta Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan diumumkan, sehingga investor mencari petunjuk tentang arah suku bunga Federal Reserve.

Dari sisi internal, pasar juga waspada menjelang tinjauan MSCI bulan Agustus 2026 yang akan diumumkan pada 12 Agustus, dengan perubahan penyeimbangan ulang yang mulai berlaku setelah 31 Agustus.

Tekanan pelemahan rupiah sedikit mereda setelah Presiden Prabowo menunjuk Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, yang berperan meredakan kekhawatiran pasar terkait kepemimpinan bank sentral.

(Eko Nordiansyah)