Presiden Prabowo: Demokrasi Jangan Dibajak

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Presiden Prabowo: Demokrasi Jangan Dibajak

M Ilham Ramadhan Avisena • 1 July 2026 12:36

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, dia mengingatkan demokrasi Indonesia jangan dibajak kepentingan pemilik modal maupun pengaruh asing yang berpotensi memecah persatuan bangsa.

"Kita terus membangun kehidupan demokrasi kita. Kita menghormati kritik, kritik adalah penting. Kita butuh kritik untuk mengingatkan kita, kita butuh kritik untuk memperbaiki diri kita. Tapi keamanan demokrasi juga harus kita jaga," kata Prabowo dalam Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
 


Dia mengingatkan agar proses demokrasi tidak dikendalikan kelompok yang memiliki kekuatan finansial maupun dipengaruhi kepentingan dari luar negeri. Menurut dia, demokrasi Indonesia harus tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan mengutamakan kepentingan nasional.

"Janganlah demokrasi dibajak oleh mereka-mereka yang punya uang banyak. Janganlah demokrasi kita dirusak oleh kepentingan-kepentingan asing. Perbedaan pendapat tidak boleh berubah menjadi kebencian. Kita adalah semuanya anak bangsa Indonesia," kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.


Prabowo menekankan perbedaan pandangan hal wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tidak boleh berkembang menjadi sumber perpecahan yang mengganggu persatuan nasional.

Prabowo memberikan pesan khusus kepada Polri agar menjalankan peran sebagai penjaga demokrasi yang matang. Dia menilai polisi harus mampu menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat secara damai sekaligus memastikan hukum tetap ditegakkan dan ketertiban umum tetap terpelihara.

Dengan demikian, kata Prabowo, demokrasi dapat berkembang secara sehat tanpa mengorbankan stabilitas, persatuan, maupun supremasi hukum.

(Gabriella Thesa Widiari)